Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Disebut Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya, karena tidak berada di tempat saat kediaman Pemimpin Tertinggi di Teheran diserang.
Bahkan, banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar suaranya meskipun namanya sering disebut-sebut dalam lingkaran kekuasaan.
Tuduhan Terlibat dalam Penindasan Demonstrasi
Beberapa kelompok oposisi Iran selama hampir dua dekade terakhir menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah.
Tuduhan ini terkait dengan pengelolaan protes besar, seperti Gerakan Hijau Iran 2009, yang terjadi setelah pemilihan presiden yang penuh kontroversi dengan kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.
Sejak saat itu, pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah kendali IRGC kerap menjadi garda terdepan dalam menanggulangi gelombang protes di Iran.
Baca juga: BI Sulteng Hancurkan 3.000 Lembar Uang Palsu, Perangi Peredaran Uang Palsu di Masyarakat
Kontroversi Terkait Kekayaan dan Jaringan Ekonomi
Selain peran politiknya, sejumlah laporan media Barat juga mengungkapkan bahwa Mojtaba memiliki jaringan ekonomi yang luas, dengan dugaan keterlibatan dalam berbagai aset di luar negeri.
Namun, tuduhan ini belum pernah dibuktikan secara resmi, dan Mojtaba sendiri belum memberikan tanggapan publik mengenai hal tersebut.
Status Keulamaan Mojtaba
Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei memiliki gelar hojatoleslam, sebuah gelar ulama menengah dalam hierarki Syiah.
Gelar ini sempat memunculkan perdebatan, mengingat Pemimpin Tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar lebih tinggi, yaitu ayatollah.
Namun, sejarah mencatat bahwa ayahnya, Ali Khamenei, juga tidak menyandang gelar ayatollah saat pertama kali diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989, setelah meninggalnya Ruhollah Khomeini. Pada saat itu, konstitusi Iran diubah agar memungkinkan pengangkatannya.
Baca juga: 6 Unit Sepeda Motor Hangus Terbakar dalam Insiden Kebakaran di Desa Bente
Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Saat ini, pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran berada di tangan Majelis Pakar, sebuah lembaga ulama yang terdiri dari 88 anggota.
| AS Serang Beberapa Tempat di Iran, Selat Hormuz Kembali Panas, Gencatan Senjata Batal? |
|
|---|
| Syarat Khusus Iran Jika AS Ingin Selat Hormuz Kembali Normal |
|
|---|
| Trump Buka Suara Usai Insiden Penembakan Acara Makan Malam, Bantah Suruhan dari Iran |
|
|---|
| Suara Tembakan Bubarkan White House Dinner, Trump Selamat Usai Dievakuasi, Tamu Sembunyi Ketakutan |
|
|---|
| Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Klaim AS Berada di Posisi Paling Kuat dari Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Mojtaba-Khamenei.jpg)