Senin, 1 Juni 2026

Hari Raya idulfitri 1447 H: Kapan Pemerintah dan Muhammadiyah Tentukan Hari Raya?

Sidang ini biasanya dilaksanakan sehari sebelum Lebaran, dengan menghadirkan data hilal (bulan baru) dari seluruh wilayah Indonesia.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
SIDANG ISBAT - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, perhatian masyarakat kini tertuju pada penetapan tanggal Lebaran oleh pemerintah dan organisasi keagamaan, khususnya Muhammadiyah. 

Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, sidang isbat kembali digelar di auditorium tersebut setelah beberapa ruangan sebelumnya menjalani renovasi.

Baca juga: Ketua TMP Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Lokasi itu dipilih karena dinilai memadai untuk menampung tamu undangan serta lebih mudah dari sisi pengaturan lalu lintas dan parkir.

Apalagi, sebagian masyarakat dan pegawai biasanya sudah memasuki masa mudik menjelang akhir Ramadhan.

Abu menyampaikan, persiapan sidang telah dilakukan sesuai prosedur, baik dari sisi substansi maupun dukungan teknis.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujar Abu dikutip dari situs resmi Kemenag RI, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan, sidang isbat akan melibatkan banyak pihak, mulai dari pakar astronomi hingga perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Beberapa lembaga yang terlibat di antaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, serta instansi terkait lainnya.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, pihaknya juga mematangkan persiapan teknis, termasuk koordinasi pemantauan hilal di berbagai daerah di Indonesia.

“Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Baca juga: DPRD Palu Pansuskan Revisi Perda Pajak dan Retribusi, Batas Penghasilan Pajak Naik Rp5 Juta

Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” jelasnya.

Arsad mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat untuk mengetahui penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri.

Rangkaian sidang nantinya diawali dengan seminar posisi hilal.

Setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved