Senin, 1 Juni 2026

Hari Raya idulfitri 1447 H: Kapan Pemerintah dan Muhammadiyah Tentukan Hari Raya?

Sidang ini biasanya dilaksanakan sehari sebelum Lebaran, dengan menghadirkan data hilal (bulan baru) dari seluruh wilayah Indonesia.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
SIDANG ISBAT - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, perhatian masyarakat kini tertuju pada penetapan tanggal Lebaran oleh pemerintah dan organisasi keagamaan, khususnya Muhammadiyah. 

Selanjutnya pemerintah menggelar sidang isbat tertutup sebelum akhirnya Menteri Agama mengumumkan secara resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Prediksi BRIN

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 berpotensi jatuh pada tanggal yang berbeda. 

Berdasarkan perhitungan astronomi, Idul Fitri 1447 H versi pemerintah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Hal ini merujuk pada posisi hilal saat maghrib pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara yang belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Menurut kriteria tersebut, hilal dinyatakan terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sementara, PP Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/2025.

Maklumat itu menerangkan, ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis, 30 Ramadhan 1447 bertepatan dengan 19 Maret 2026 M, pukul 01.23.28 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24.00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan > 5 derajat dan elongasi bulan > 8 derajat.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved