Kamis, 14 Mei 2026

Respons Gibran Usai Jokowi Terima Maaf Rismon Sianipar Lewat Restorative Justice

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut menanggapi terkait keputusan ayahnya, Joko Widodo (Jokowi), yang memaafkan Rismon Sianipar.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Twitter/X/Canva
IJAZAH JOKOWI - Presiden RI ke 7, Joko Widodo kembali diterpa isu soal ijazah palsu, Sabtu (22/3/2025). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut menanggapi terkait keputusan ayahnya, Joko Widodo (Jokowi), yang memaafkan Rismon Sianipar. 

Menurutnya, persiapan berkas tersebut ditargetkan selesai dalam dua hari.

Setelah itu, penyidik Polda Metro Jaya dapat menindaklanjuti permohonan tersebut.

“Ajudan Pak Jokowi meminta kami menyiapkan administrasi terkait Restorative Justice dan berkoordinasi baik dengan kuasa hukum Rismon maupun pihak Polda Metro,” kata Rivai Kusumanegara kepada Kompas.com, Jumat.

“Selanjutnya kami menunggu keputusan pihak Polda Metro untuk menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) bagi Rismon,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemberkasan dilakukan setelah Jokowi sebagai pelapor menyetujui penyelesaian perkara melalui Restorative Justice.

“Permohonan Restorative Justice yang diajukan Rismon secara prinsip telah disetujui Bapak Jokowi,” papar Rivai.

Baca juga: Roy Suryo Tegas Tak Berubah 0,1 Persen Usai Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli: Kami Tetap Amanah

Pengakuan Rismon Sianipar usai Bertemu Jokowi

Pengakuan Rismon Sianipar usai temui Jokowi di Solo, Rabu (12/3/2026).

Dalam pengakuannya itu, Rismon mengatakan jika dirinya membuat kesalahan dalam penelitiannya soal ijazah Jokowi.

Salah satu kesalahan itu adalah, soal emboss di ijazah Jokowi.

Bahkan Rismon mengatakan jika ia merasa tersakiti terhadap temuannya itu yang berkaitan dengan ijazah Jokowi.

"Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,"

Terakhir Rismon mengatakan jika dia akan dicerca atas hasil penelitiannya yang salah itu.

"(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian," kata Rismon.

(Tribunnews/kompas)

(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved