Minggu, 12 April 2026

Bitung Diguncang Gempa M 7,3 Pagi Ini Kamis 2 April 2026, Berpotensi Tsunami

Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Editor: Lisna Ali
Tribungorontalo.com
GEMPA BUMI - Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 pada Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami sesaat setelah parameter gempa terekam oleh sistem pemantauan. 
Ringkasan Berita:
  • Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang gempa tektonik kuat bermagnitudo 7,3 hingga 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pagi.
  • BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal.
  • Masyarakat di sepanjang pesisir Sulawesi Utara diminta segera menjauhi area pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari risiko gelombang tsunami.

TRIBUNPALU.COM - Wilayah Bitung, Sulawesi Utara, diguncang Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman yang cukup dangkal.

Guncangan gempa yang kuat memicu kepanikan warga hingga mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan laporan awal, getaran dirasakan luas mulai dari Kota Manado hingga menjangkau wilayah Ternate.

Intensitas guncangan di beberapa titik pesisir membuat benda-benda bergoyang hebat dan perabotan rumah tangga berjatuhan.

Baca juga: Sulteng Siap Jadi Tuan Rumah Paskah Nasional ke-5, 20 Ribu Peserta Diprediksi Hadir

Peringatan BMKG

BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami sesaat setelah parameter gempa terekam oleh sistem pemantauan.

Potensi tsunami muncul karena besarnya energi yang dilepaskan di zona perairan dengan kekuatan magnitudo yang besar.

Masyarakat di sepanjang pesisir Sulawesi Utara diimbau segera menjauhi pantai dan mencari lokasi yang lebih tinggi.

Sejauh ini, belum ada informasi mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa.

Baca juga: Ahli Waris Berkah Albakar Minta Pengadilan Tinggi Sulteng Awasi Sengketa Lahan Tanjung Sari

Secara geologis, wilayah ini memang berada di zona pertemuan lempeng aktif yang dipengaruhi oleh subduksi Laut Maluku.

Tim tanggap darurat dan BPBD setempat kini tengah melakukan penyisiran serta pendataan di lokasi terdampak paling parah.(*)

Artikel telah tayang di Tribunnews

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved