Jumat, 8 Mei 2026

Sibuk Serang Negara Lain, Donald Trump dan Netanyahu Terancam Dimakzulkan di Negeri Sendiri

Presiden AS, Donald Trump dan PM Israel Netanyahu juga mendapat ancaman dari dalam negeri masing-masing.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Facebook The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Sibuk Serang Negara Lain, Donald Trump dan Netanyahu Terancam Dimakzulkan di Negeri Sendiri 

Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, lawan politik Netanyahu dalam pemilu mendatang, mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu malam bahwa tujuan perang telah diuraikan dengan jelas sebelumnya dan belum tercapai sebelum gencatan senjata.

Bennett mengatakan bahwa Netanyahu berbohong kepada publik dan "menjual ilusi" tentang apa yang bisa dimenangkan.

Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, menambahkan bahwa Netanyahu seharusnya "berdiri di hadapan bangsa, mengakui kegagalan strateginya dan mengumumkan pengunduran dirinya segera setelah gencatan senjata dengan Iran.

Sementara itu, Al Jazeera memberitakan bahwa sidang  kasus korupsi Benjamin Netanyahu akan dilanjutkan pada hari Minggu (12/4/2026) lusa.

Pengadilan setempat mengumumkan hal itu setelah Israel mencabut keadaan darurat di dalam negeri setelah gencatan senjata dengan Iran diberlakukan dua pekan ke depan.

Kasus korupsi Netanyahu sudah lama diusut pengadilan setempat. 

Dia membantah tuduhan penyuapan dan penipuan yang terjadi kepadanya di tahun 2019 silam.

Ada dua  kasus korupsi besar yang dituduhkan kepada Netanyahu yakni diduga memberikan kebijakan regulasi sekitar 1,8 miliar shekel (Rp 8,3 triliun) kepada Bezeq Telecom Israel.

Netanyahu dan istrinya diduga menerima hadiah tidak sah senilai hampir 700.000 shekel (Rp 3,5 miliar) dari Arnon Milchan produser Hollywood dan miliarder Australia James Packer.

Sidang ini sebenarnya berulang kali ditunda karena negara itu berperang melawan Hamas dan Iran.

Jika terbukti di pengadilan maka nasib Netanyahu akan berakhir di penjara.

Tahun 2014 lalu, Pengadilan Israel pernah memenjarakan seorang perdana menteri yakni  Ehud Olmert.

Dia terjerat kasus korupsi menerima puluhan ribu dolar uang suap untuk mempromosikan proyek real-estate di Jerusalem.

Ehud Olmert terbukti menerima suap saat masih menjabat walikota Yerusalem sebelum menjadi perdana menteri tahun 2006.

Update kondisi TimTeng

Gencatan senjata di kawasan Timur Tengah masih jauh dari kata sepakat.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved