Penyebab Amerika dan Iran Gagal Sepakat Setelah Perundingan 21 Jam
Perundingan selama 21 jam antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026).
Suasana tegang menyelimuti kepulangan kedua delegasi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama jajaran petinggi militer bahkan sempat mengantar JD Vance hingga ke pintu pesawat di Bandara Nur Khan demi melakukan diskusi menit-menit terakhir (last-minute discussion).
Namun, upaya mediasi Pakistan tampaknya belum cukup kuat. Tak lama setelah pesawat AS lepas landas, delegasi Iran yang dikawal ketat oleh dua pesawat keamanan juga meninggalkan lokasi perundingan untuk kembali ke Teheran.
Gagalnya pertemuan Islamabad ini diprediksi akan meningkatkan tensi ketegangan di Timur Tengah, terutama di wilayah perbatasan Lebanon dan jalur logistik energi global.
(*)
Artikel telah tayang di TribunGorontalo
| Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal Jadi Alasan Gagalnya Perundingan Damai |
|
|---|
| Pembicaraan AS-Iran di Pakistan Gagal, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Apa Dampaknya? |
|
|---|
| Muncul Perdana Pasca Gencatan Senjata, Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Atas AS-Israel |
|
|---|
| AS dan Iran Bertemu di Pakistan, Lebanon Jadi Kunci: Akankah Ada Kesepakatan Gencatan Senjata? |
|
|---|
| Proses Hukum Benjamin Netanyahu Berlanjut, Terancam Hukuman Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/menlu-iran048.jpg)