Senin, 13 April 2026

Palu Hari Ini

28 September Diperingati, Warga dan Pemkot Kota Palu Tabur Bunga di 4 Titik Bencana

Wali Kota Hadianto turut memanjatkan doa untuk para korban serta mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini sebagai penghormatan.

|
Editor: Fadhila Amalia
Handover
ZIARAH DAN TABUR BUNGA - Pemerintah Kota Palu bersama masyarakat melaksanakan ziarah dan tabur bunga di sejumlah lokasi bersejarah yang terdampak langsung bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Kota Palu, 28 September 2018 silam. 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu bersama masyarakat melaksanakan ziarah dan tabur bunga di sejumlah lokasi bersejarah yang terdampak langsung bencana Gempa Bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Kota Palu, 28 September 2018 silam.

Kegiatan ini digelar Minggu (28/9/2025) sebagai bagian dari peringatan tujuh tahun tragedi kemanusiaan yang menelan ribuan korban jiwa dan mengubah wajah Kota Palu.

Ziarah dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan keluarga korban.

Baca juga: Akses ke Dusun 1 Desa Ogoalas Parimo Lumpuh Pascabanjir, Warga Masih Terisolasi

Adapun lokasi yang diziarahi antara lain Kelurahan Besusu Barat (Palu Timur), Kelurahan Balaroa (Palu Barat), Kelurahan Petobo (Palu Selatan), serta Pemakaman Umum Poboya di Kecamatan Mantikulore, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir banyak korban bencana.

Wali Kota Hadianto menekankan bahwa peringatan tanggal 28 September merupakan momentum penting untuk mengenang tragedi besar dan memperkuat kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

"Tanggal 28 kita memperingati sebuah musibah besar, yakni gempa, tsunami, dan likuefaksi yang membawa korban cukup besar. Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah bahwa Palu merupakan daerah rawan bencana," ujar Hadianto Rasyid.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok, Senin 29 September 2025 di Sulawesi Tengah, 5 Daerah Ini Hujan Ringan

Ia juga menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.

Saat berada di Pemakaman Umum Poboya, Wali Kota Hadianto turut memanjatkan doa untuk para korban serta mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini sebagai bentuk penghormatan dan refleksi.

"Hari ini kita berada di kawasan perkuburan keluarga kita di Poboya, tempat di mana banyak saudara kita dimakamkan akibat bencana 2018. Kehadiran kami guna memberikan penghormatan, serta mengingatkan kita semua akan kewajiban untuk mengenang setiap tanggal 28 September," ucap Hadianto.

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Palu sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat akan pentingnya mitigasi dan edukasi kebencanaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Komnas HAM Sulteng Sambut Kapolda Baru Irjen Endi Sutendi: Harap Penegakan Hukum Berbasis HAM

Sebagian warga yang turut hadir menyampaikan harapan agar peringatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai bentuk empati dan penghormatan, serta agar generasi muda tidak melupakan peristiwa bersejarah tersebut .

Dengan suasana khidmat, kegiatan ziarah dan tabur bunga berlangsung lancar hingga siang hari, menutup rangkaian peringatan tahunan yang sarat makna dan harapan.

Bencana Terbesar: Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi 2018

Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, 28 September 2018, adalah bencana alam kompleks yang menjadi salah satu tragedi terburuk di Indonesia.

Kronologi Singkat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved