Rabu, 6 Mei 2026

Palu Hari Ini

28 September Diperingati, Warga dan Pemkot Kota Palu Tabur Bunga di 4 Titik Bencana

Wali Kota Hadianto turut memanjatkan doa untuk para korban serta mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini sebagai penghormatan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover
ZIARAH DAN TABUR BUNGA - Pemerintah Kota Palu bersama masyarakat melaksanakan ziarah dan tabur bunga di sejumlah lokasi bersejarah yang terdampak langsung bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Kota Palu, 28 September 2018 silam. 

Pukul 17.02 WITA: Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 (awalnya 7,7 SR) mengguncang wilayah Donggala, dengan kedalaman dangkal yang memicu kerusakan parah.

Baca juga: Konseling Psikolog Gratis di Kota Palu: Akses Mudah Lewat Aplikasi Sangu Setiap 16.00–19.00 WITA

Tsunami: Kurang dari 10 menit setelah gempa, gelombang tsunami setinggi hingga 6 meter menerjang Teluk Palu, menyapu pesisir dan menghancurkan bangunan, termasuk Jembatan Kuning (Ikon Kota Palu).

Tsunami di Teluk Palu diperkirakan dipicu oleh pergerakan sesar mendatar di Teluk Palu yang memicu longsoran sedimen di bawah laut (submarine landslide).

Likuifaksi (Liquefaction): Bencana ini diperparah dengan fenomena likuifaksi atau pencairan tanah.

Guncangan gempa membuat tanah berpasir yang jenuh air kehilangan daya dukungnya dan bergerak seperti lumpur.

Daerah yang terdampak parah meliputi Petobo dan Balaroa, di mana ribuan rumah amblas, bergeser, dan tertimbun lumpur.

Dampak

Korban Jiwa: Bencana ini merenggut lebih dari 4.000 jiwa (termasuk korban meninggal, hilang, dan tertimbun) di Palu, Sigi, dan Donggala.

Mayoritas korban jiwa berada di Kota Palu, khususnya akibat likuifaksi.

Kerugian: Total kerugian dan kerusakan ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved