Rabu, 13 Mei 2026

Palu Hari Ini

SDN Lasoani Palu Latih 336 Murid Hadapi Gempa dan Kebakaran

Para siswa yang semula berada di dalam kelas diarahkan keluar menuju area terbuka sebagai titik kumpul aman. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Zulfadli/TribunPalu.com
SIMULASI - Sebanyak 336 siswa SDN Lasoani, Kecamatan Mantikulure, Kota Palu, mengikuti simulasi tanggap bencana gempa bumi dan kebakaran yang digelar di halaman sekolah, Selasa (21/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sebanyak 336 murid SDN Lasoani, Kecamatan Mantikulure, Kota Palu, mengikuti simulasi tanggap bencana gempa bumi dan kebakaran yang digelar di halaman sekolah, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SDN Lasoani dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu.

Simulasi dimulai dengan bunyi sirine tanda gempa. 

Baca juga: IUP Tambang Disorot, FPR Desak Moratorium Aktivitas Pertambangan di Teluk Palu

Murid yang semula berada di dalam kelas diarahkan keluar menuju area terbuka sebagai titik kumpul aman. 

Guru dan petugas BPBD turut mengawasi jalannya proses evakuasi agar sesuai prosedur keselamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi kesiapsiagaan sejak dini.

Menurutnya, anak-anak perlu dibekali pemahaman praktis tentang cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.

“Edukasinya sudah dimulai sejak Jumat dan Senin kemarin. Hari ini puncaknya, kita praktik langsung di lapangan. Guru juga ikut dilatih agar tahu apa yang harus dilakukan jika gempa benar-benar terjadi,” jelas Irfan kepada TribunPalu.com.

Selain latihan evakuasi, peserta juga diperkenalkan pada cara penanganan korban luka menggunakan perlengkapan P3K sederhana yang dimiliki sekolah.

Baca juga: SDN Lasoani Gandeng BPBD dan Damkarmat Palu Gelar Simulasi Tanggap Bencana Gempa dan Kebakaran

“Kamisimulasikan ada satu korban luka supaya guru tahu cara memberi pertolongan pertama. Sekolah memang perlu memiliki fasilitas dasar dan petugas yang paham penanganan awal,” tambah Irfan.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Inspeksi Damkarmat Kota Palu, Farhan Hafid, menjelaskan pihaknya fokus memberikan edukasi pencegahan kebakaran. 

Anak-anak diajarkan untuk tetap tenang dan memahami langkah awal ketika melihat tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekolah.

“Kami beri pemahaman sederhana, mulai dari mengenali sumber api hingga langkah evakuasi aman. Tujuannya agar sejak dini mereka tahu apa yang harus dilakukan saat kebakaran terjadi,” kata Farhan.

Kepala SDN Lasoani, Elvira, menyebut kegiatan ini merupakan hasil inisiatif sekolah yang didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Kota Palu. 

Baca juga: Pernyataan Sikap PWI Sulteng Atas Dugaan Pengusiran Wartawan Saat Rapat Soal Tambang di Parimo

Ia menilai latihan semacam ini penting karena Palu termasuk wilayah yang rawan bencana.

“Kami ingin menanamkan kebiasaan tanggap bencana sejak dini, bukan hanya bagi siswa tapi juga guru. Jadi kalau situasi darurat benar-benar terjadi, mereka tidak panik,” ungkapnya.

Elvira berharap, simulasi kebencanaan seperti ini bisa berlanjut dan diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Kota Palu.

“Mudah-mudahan ke depan tidak hanya SDN Lasoani, tapi juga sekolah-sekolah lain bisa menerapkan kegiatan serupa agar kesiapsiagaan bencana menjadi budaya di sekolah,” tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved