Senin, 13 April 2026

Sulteng Hari Ini

Rekaman Percakapan Livand Breemer dan Inisial I Beredar, Bantah Keterlibatan Tambang Poboya

Rekaman tersebut disebut terjadi pada 16 Maret 2026, atau beberapa hari setelah aksi demonstrasi masyarakat lingkar tambang Poboya.

Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Robit/Robit Silmi
GERUDUK KOMNAS HAM SULTENG - Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulteng Bersatu menggeruduk gedung Komnas HAM Sulteng, foto ini diambil pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. 

Ringkasan Berita:
  • Rekaman percakapan Livand Breemer dengan Ibrahim beredar terkait dugaan keterlibatan tambang di Poboya, namun Ibrahim menegaskan dirinya bukan karyawan Livand.
  • Livand kecewa atas tudingan yang dialamatkan kepadanya, menegaskan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Poboya bersifat resmi.
  • Livand telah dimutasi menjadi ASN biasa di Komnas HAM Papua; jabatan Kepala Komnas HAM Sulawesi Tengah kini dijabat Pelaksana Tugas Edy Sutichno.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rekaman percakapan antara Kepala Komnas HAM Sulawesi Tengah, Livand Breemer, dengan seorang pria berinisal I, beredar di tengah polemik dugaan keterlibatan tambang di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Rekaman tersebut disebut terjadi pada 16 Maret 2026, atau beberapa hari setelah aksi demonstrasi masyarakat lingkar tambang Poboya.

Dalam rekaman itu, terdengar percakapan singkat antara Livand dan I saat keduanya bertemu.

Baca juga: Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Banggai Selesai, Salah Satunya di Bubung

“Saya juga baru ketemu kawan (kamu),” ujar Livand.

“Iya (saya juga),” jawab Ibrahim.

Ibrahim sendiri sebelumnya disebut-sebut sebagai karyawan Livand yang mengendalikan alat berat di lokasi kolam perendaman emas di Poboya.

Namun dalam rekaman tersebut, Ibrahim membantah keterkaitan itu.

Ia menjelaskan bahwa awalnya hanya diminta oleh seseorang berinisial A untuk memfoto kolam perendaman.

Foto tersebut kemudian diduga digunakan untuk menggiring opini seolah-olah kolam itu milik Livand Breemer.

Dalam percakapan yang sama, saat ditanya Livand mengenai pihak yang membayarnya, Ibrahim menyebut inisial A sebagai pihak yang memberikan perintah.

Baca juga: ‎Pogram BERANI Bedah Rumah Resmi Bergulir di Donggala, Tolitoli, Buol dan Tojo Una-una

Tak hanya itu, dalam rekaman berbeda yang juga beredar, Ibrahim kembali menegaskan bantahannya saat dihubungi seorang wartawan.

“Bukan, tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Livand ini,” ujar Ibrahim melalui sambungan telepon.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan karyawan Livand Breemer.

“Saya bukan karyawannya Pak Livand,” tandasnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved