Kamis, 7 Mei 2026

Palu Hari Ini

Umat Buddha Ikuti Pengecoran Rupang di Palu, Tandai 50 Tahun Sangha Theravada Indonesia

Momentum 50 tahun STI menjadi sangat bermakna dengan adanya pembuatan Rupang Buddha Nusantara mengangkat nilai sejarah dan budaya.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
UPACARA PENGECORAN - Ratusan umat Buddha di Sulawesi Tengah mengikuti upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang digelar di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (12/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan umat Buddha di Palu mengikuti upacara pengecoran bagian Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa, sebagai bagian dari peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia.
  • Rupang Buddha Nusantara melambangkan Buddha Gautama dan perjalanan 50 tahun STI.
  • Kementerian Agama mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian sejarah, budaya, dan edukasi generasi muda tentang kontribusi agama Buddha di Indonesia, dengan model Rupang mengacu pada temuan di Candi Sewu.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Ratusan Umat Buddha di Sulawesi Tengah mengikuti upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara digelar di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Tahun Kencana setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) yang mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.

Upacara pengecoran ini menjadi salah satu titik penting dalam program nasional pembuatan Rupang Buddha Nusantara dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Rekaman Percakapan Livand Breemer dan Inisial I Beredar, Bantah Keterlibatan Tambang Poboya

Ketua Wisma Bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia, YM Dhammasubho Mahathera menjelaskan, Rupang Buddha merupakan representasi dari Buddha Gautama sebagai pendiri agama Buddha.

“Rupang Buddha ini adalah simbolik, representasi dari Buddha Gautama. Seperti anak menyimpan foto orang tuanya atau murid menyimpan foto gurunya, begitu juga umat Buddha terhadap Rupang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembuatan Rupang Buddha Nusantara memiliki makna khusus sebagai penanda perjalanan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia dalam membimbing umat di Tanah Air.

Menurutnya, proses pembuatan Rupang dilakukan secara nasional dengan melibatkan berbagai daerah agar umat Buddha di seluruh Indonesia dapat turut berpartisipasi.

“Karena ini skala nasional, maka setiap wilayah binaan ikut terlibat. Sudah dilakukan di Medan, Bali, Samarinda, dan sekarang di Palu. Nanti juga akan dilakukan di wilayah lain hingga seluruh bagian disatukan di Jakarta,” jelasnya.

Rencananya, seluruh bagian Rupang yang telah dicetak di berbagai daerah akan dirangkai menjadi satu kesatuan utuh pada 21 Juni 2026 di Jakarta.

Baca juga: Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Banggai Selesai, Salah Satunya di Bubung

Rupang tersebut nantinya akan ditempatkan di vihara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol perjalanan dan kontribusi Saṅgha Theravāda Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai, momentum 50 tahun STI menjadi sangat bermakna dengan adanya pembuatan Rupang Buddha Nusantara mengangkat nilai sejarah dan budaya.

“Ada hal menarik dalam peringatan ini, yaitu pembuatan Rupang Buddha Nusantara diambil dari model yang ditemukan di Candi Sewu. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghargai peradaban Buddha di masa lalu,” ujarnya.

Baca juga: Penjelasan Dadan Hindayana Terkait Dana Rp113,9 M untuk 16 EO di BGN

Supriyadi menambahkan, Kementerian Agama turut memastikan bahwa proses pengecoran dilakukan dengan metode yang baik sebagai bagian dari ekosistem ibadah umat Buddha.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved