Senin, 4 Mei 2026

Palu Hari Ini

Relawan SPPG Pantoloan Palu Curhat Beban Kerja Berat dan Gaji Tak Seimbang di Media Sosial

Keluhan ini muncul dalam bentuk unggahan memperlihatkan tangkapan layar percakapan dan komentar dari beberapa akun.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
ILUSTRASI RELAWAN SPPG - Relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lompobattang Cipta Insani, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Taweli, Kota Palu, meluapkan keluhan mereka mengenai beban kerja berat dan dugaan perlakuan tidak adil melalui media sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Relawan SPPG Pantoloan Palu mengeluhkan beban kerja berat dan gaji dianggap tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan.
  • Keluhan lain mencakup perlakuan yang dinilai tidak adil, ketidakjelasan tugas, dan kurangnya perhatian dari pihak pengelola.
  • Hingga kini, pihak pengelola dan instansi terkait belum memberikan respons resmi, sementara netizen berharap ada perbaikan kondisi kerja relawan.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lompobattang Cipta Insani, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Taweli, Kota Palu, meluapkan keluhan mereka mengenai beban kerja berat dan dugaan perlakuan tidak adil serta upah tak seimbang melalui media sosial.

Keluhan ini muncul dalam bentuk unggahan memperlihatkan tangkapan layar percakapan dan komentar dari akun Facebook.

Akun Facebook Lince Sapri L, menyoroti kondisi kerja dianggap memberatkan relawan, tidak sebanding dengan penghargaan, dan menimbulkan kelelahan fisik maupun mental.

Baca juga: Pemkot Palu Mulai Sosialisasi Aturan Larangan Nampakagali Ngata, Sanksi Rp 2 Juta

Ia bahkan membandingkan pekerjaan dijalani para relawan dengan “kuli bangunan”.

“Kami sudah lelah dan banyak keluhan, cara kerja terlalu membebani relawan. Tidak ada perhatian yang memadai dari pengelola, Kami cmn mengharapkan bantuan BP, dan ibu, mohon dipercepat dan spya kami lega dan puas mendengarkan dari ucapan BP, dan ibu tanpa BP dan ibu kami TDK bisa apa2, krn kami cmn relawan biasa yg mn kami diperintahkan kesana kemari dan kami minta dan sangat kami butuhkan keadilan tolong tutup titik dapur, dan biarkan kami selama kami kerja sdh ckup kesabaran kami dan tnggu kamu akan di panggil kami akan htg bgmn sampe dmnn keberanianmu menghadapi, 3 orang si pejabat, teriak keras mereka. Semua yg akan menjawab jeritan hati kami ini selama kami menjadi relawanmu sekali maju tetap maju jangan prnh menyerah, siap tempur,” tulis Lince dalam unggahannya, Senin (4/5/2026).

Ia mengungkapkan keresahan terkait ketidakjelasan tugas, kurangnya fasilitas pendukung, minimnya kompensasi, serta perlakuan dinilai tidak adil dari pihak pengelola.

Lince Sapri L menyebut meski sudah menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional, hingga kini belum ada respons atau kejelasan.

Unggahan tersebut juga memuat dokumentasi kegiatan kebersamaan sejumlah orang yang diduga terkait dengan pihak pengelola atau instansi terkait, menambah sorotan terhadap kondisi internal SPPG.

Ia berharap adanya perhatian dan tindak lanjut agar kondisi kerja relawan dapat diperbaiki, termasuk pembagian tugas yang lebih adil, fasilitas memadai, dan penghargaan atas kontribusi mereka.

Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Senin 4 Mei 2026, Segera Klaim Item Gratis untuk Kesebelasanmu

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Yayasan Lompobattang Cipta Insani maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan yang beredar di media sosial.(*)

 

( ViralLokal )

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved