Palu Hari Ini
DPKP Palu Bakal Sulap Lahan Tidur 2.000 Meter Jadi Demplot Urban Farming di Kelurahan Lere
Demplot tersebut memanfaatkan lahan tidur seluas kurang lebih 2.000 meter persegi sebagai sarana edukasi pemanfaatan pekarangan.
Ringkasan Berita:
- DPKP Palu memanfaatkan lahan tidur seluas sekitar 2.000 meter persegi di Kelurahan Lere sebagai demplot urban farming untuk edukasi pemanfaatan pekarangan masyarakat perkotaan.
- Plt Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, S Teguh Asparianto, menyebut program ini menjadi contoh penerapan pertanian perkotaan dengan berbagai komoditas.
- Program ini juga mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Palu, sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu mulai mengembangkan program urban farming melalui pembuatan demplot atau lahan percontohan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kamis (7/5/2026).
Demplot tersebut memanfaatkan lahan tidur seluas kurang lebih 2.000 meter persegi sebagai sarana edukasi pemanfaatan pekarangan bagi masyarakat perkotaan.
Plt Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPKP Palu, S Teguh Asparianto, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan sempit sebagai sumber pangan keluarga.
Baca juga: PHK dan Outsourcing Jadi Sorotan, Aliansi Burasa Siapkan Demo Susulan di Palu
“Demplot ini sebenarnya demonstrasi untuk memberikan contoh kepada masyarakat terkait pemanfaatan pekarangan. Kota Palu ini kan konsen kepada pemanfaatan pekarangan,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, berbagai metode urban farming mulai diterapkan di lokasi tersebut agar dapat menjadi contoh pertanian yang efisien di wilayah perkotaan.
Komoditas yang ditanam di antaranya cabai, tomat, bawang merah, dan berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan harian masyarakat sekaligus komoditas penyumbang inflasi daerah.
“Tanaman-tanaman yang sering kita konsumsi tiap hari, seperti cabai, tomat, sayur-sayuran, dan bawang merah, insya Allah akan kita tanam di sini untuk memberikan contoh kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.
Menurut Teguh, lahan yang digunakan merupakan lahan tidur milik Kantor Pajak yang dipinjamkan kepada DPKP Palu untuk dikelola sebagai area pertanian percontohan.
Program urban farming tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Jumat 8 Mei 2026: Kota Palu dan Banggai Berpotensi Hujan Ringan
Selain itu, hasil rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga mendorong setiap kelurahan menanam komoditas pangan strategis secara mandiri.
DPKP Palu pun berencana memberikan edukasi teknis kepada masyarakat terkait cara menanam tanaman pangan menggunakan lahan terbatas maupun media sederhana seperti polybag. (*)
| Hardiknas 2026 di Palu Jadi Momentum Perkuat Komitmen Pendidikan |
|
|---|
| Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu di Kayumalue Palu, Amankan 48 Gram Barang Bukti |
|
|---|
| UIN Datokarama Palu Penerima Kedua Beasiswa Berani Cerdas, Untad Tertinggi dengan 10.678 Mahasiswa |
|
|---|
| Dishub Palu Tambah Armada Trans Palu di Tiga Koridor Strategis untuk Tingkatkan Layanan |
|
|---|
| Aturan Kontainer di Palu Dikeluhkan Buruh, Dinilai Ganggu Distribusi dan Aktivitas Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/DPKP-Palu-Sulap-Lahan-Tidur-2000-Meter-Jadi-Demplot-Urban-Farming.jpg)