Palu Hari Ini
YSKI Ingatkan Bahaya Boraks pada Tahu Bisa Picu Kanker, Masyarakat Diminta Lebih Teliti Saat Membeli
Tahu yang mengandung boraks umumnya memiliki daya tahan lebih kuat dan tidak mudah rusak meskipun terbentur atau jatuh.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tahu yang diduga mengandung boraks.
- Salah satu ciri tahu yang diduga mengandung boraks adalah teksturnya sangat kenyal dan tidak mudah hancur, bahkan saat jatuh atau terbentur.
- Konsumsi boraks dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius, sehingga masyarakat dianjurkan lebih selektif dalam memilih makanan dan menerapkan pola konsumsi yang sehat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Masyarakat diminta lebih waspada saat memilih makanan, khususnya tahu diduga mengandung boraks.
Peringatan tersebut disampaikan Eka Dinata dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) saat sosialisasi kesehatan di Kantor TribunPalu.com, Kamis (4/6/2026).
Menurut Eka Dinata, salah satu ciri makanan mengandung boraks adalah memiliki tekstur lebih kenyal dibandingkan makanan sejenis diproduksi secara normal.
Baca juga: Parigi Moutong Kejar Status Proyek Strategis Nasional, Bupati: Harapan Besar Masyarakat
"Seperti apa makanan yang mengandung boraks itu? Dia tidak mudah hancur, sifatnya kenyal," kata Eka.
Ia menjelaskan, tahu yang mengandung boraks umumnya memiliki daya tahan lebih kuat dan tidak mudah rusak meskipun terbentur atau jatuh.
"Kalau pun dia jatuh sekalipun dia tidak akan hancur, bahkan seperti mantul," ujarnya.
Karena itu, Eka menyarankan masyarakat untuk lebih selektif saat membeli tahu maupun produk olahan lainnya yang berpotensi menggunakan bahan tambahan berbahaya.
"Mulai sekarang carilah tahu yang gampang hancur, karena kecil kemungkinan menggunakan boraks," katanya.
Eka menjelaskan boraks merupakan bahan kimia yang lazim digunakan untuk kebutuhan industri dan tidak diperuntukkan sebagai bahan tambahan pangan.
Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, zat tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Salah satunya yaitu pici penyakit kanker.
Baca juga: Harga Terbaru HP Samsung 5 Juni 2026: Samsung Galaxy S26 , Galaxy A57 5G hingga Galaxy A37 5G
Selain mengingatkan bahaya boraks, Eka juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan keamanan pangan sebagai salah satu langkah pencegahan berbagai penyakit, termasuk kanker.
"Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Karena itu masyarakat harus mulai memperhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari," tutupnya.(*)
| Propam Polresta Palu Razia KTA, SIM, dan STNK Personel untuk Tingkatkan Disiplin |
|
|---|
| Sebanyak 22 Lapangan Usaha di Palu Masuk Cakupan Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
| Kepala BPS Palu Sebut YouTuber hingga Pelaku Usaha Digital Masuk Sasaran Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
| Usaha Rumahan dan Online Tak Luput dari Pendataan Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
| Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kota Palu Siapkan Pendataan 61 Ribu Pelaku Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Harga-Kedelai-Naik-Tahu-di-Palu-Masih-Dijual-Rp120-Ribu-per-Loyang.jpg)