BPJS Kesehatan
Lewat Program JKN, Mujizat Temukan Harapan Sembuh dari Penyakit Hipertiroid
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan komitmennya dalam menjamin kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Indonesia
TRIBUNPALU.COM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan komitmennya dalam menjamin kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Indonesia tanpa memandang kelas sosial.
Melalui program ini, seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak yang sama untuk memproteksi kesehatan mereka tanpa perlu mencemaskan kendala biaya medis yang tidak terjangkau.
Manfaat ini dirasakan langsung oleh Mujizat (50), seorang warga Kelurahan Tondo, Kota Palu, yang rutin memanfaatkan program JKN untuk berobat.
Sejak tiga tahun terakhir, ia harus menjalani pengobatan secara intensif setelah didiagnosa oleh tim dokter mengidap penyakit hipertiroid dan gangguan jantung.
Mujizat mengaku sangat bersyukur karena di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, program JKN hadir memberikan ketenangan dan harapan untuk sembuh.
Ia menceritakan bahwa gejala awal penyakitnya mulai terasa pada tahun 2023 lalu, yang diawali dengan gejala demam tinggi selama berhari-hari.
“Pikirnya jika demam saya sudah reda, leher saya juga akan membaik. Tapi ternyata tidak, justru semakin meradang,” jelas Mujizat, melalui rilis yang diterima TribunPalu, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Sinergi ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset dari Mafia Tanah
Baca juga: Polda Sulteng Bakal Panggil Pejabat Eselon II Buol Terkait Dugaan Penipuan Rp110 Juta
Selain demam dan bengkak di leher, ia juga mengalami muntah-muntah, jantung berdebar kencang, hingga seluruh badannya kelihatan berubah menjadi kuning.
Melihat kondisi Mujizat yang terus melemah, pihak keluarga yang panik langsung melarikannya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu.
“Saya cukup khawatir karena takut akan ada biaya tambahan yang dibayarkan karena saya harus rutin konsumsi obat dan rutin cek darah setiap bulannya,” ungkapnya.
Ketakutan itu sirna karena selama tiga tahun berobat, Mujizat tidak pernah mengeluarkan biaya sepeser pun dan kini benjolan di lehernya sudah mengecil.
“Suami saya bekerja sebagai buruh harian lepas, kadang punya pekerjaan, kadang juga tidak. Jadi penghasilannya tidak menentu,” ujar Mujizat.
Beruntung, Mujizat telah terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah sejak sepuluh tahun lalu.
“Saya sangat puas dengan pelayanan di Puskesmas Talise dan Rumah Sakit Umum Anutapura. Selama saya menjalani pengobatan, perawat dan dokter yang menangani semua ramah,” pungkasnya.(*)
Ikuti saluran TribunPalu di Whatsapp
| Kisah Shilvya Rawat Nenek Penderita Stroke, Berobat Lancar Berkat JKN |
|
|---|
| BPJS Keliling Sapa Warga di CFD Vatulemo, Urus Administrasi JKN Jadi Lebih Praktis |
|
|---|
| Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan |
|
|---|
| Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Sosialisasi Pentingnya Keaktifan Kepesertaan JKN di Kecamatan Tatanga Palu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/testi-BPJS-kesehatan326205.jpg)