Jumat, 12 Juni 2026

BPJS Kesehatan

Lewat Program JKN, Mujizat Temukan Harapan Sembuh dari Penyakit Hipertiroid

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan komitmennya dalam menjamin kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Indonesia

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Handover
PROGRAM JKN - Mujizat mengaku sangat bersyukur karena di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, program JKN hadir memberikan ketenangan dan harapan untuk sembuh. 

TRIBUNPALU.COM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan komitmennya dalam menjamin kebutuhan dasar kesehatan masyarakat Indonesia tanpa memandang kelas sosial.

Melalui program ini, seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak yang sama untuk memproteksi kesehatan mereka tanpa perlu mencemaskan kendala biaya medis yang tidak terjangkau.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh Mujizat (50), seorang warga Kelurahan Tondo, Kota Palu, yang rutin memanfaatkan program JKN untuk berobat.

Sejak tiga tahun terakhir, ia harus menjalani pengobatan secara intensif setelah didiagnosa oleh tim dokter mengidap penyakit hipertiroid dan gangguan jantung.

Mujizat mengaku sangat bersyukur karena di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, program JKN hadir memberikan ketenangan dan harapan untuk sembuh.

Ia menceritakan bahwa gejala awal penyakitnya mulai terasa pada tahun 2023 lalu, yang diawali dengan gejala demam tinggi selama berhari-hari.

“Pikirnya jika demam saya sudah reda, leher saya juga akan membaik. Tapi ternyata tidak, justru semakin meradang,” jelas Mujizat, melalui rilis yang diterima TribunPalu, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Sinergi ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset dari Mafia Tanah

Baca juga: Polda Sulteng Bakal Panggil Pejabat Eselon II Buol Terkait Dugaan Penipuan Rp110 Juta

Selain demam dan bengkak di leher, ia juga mengalami muntah-muntah, jantung berdebar kencang, hingga seluruh badannya kelihatan berubah menjadi kuning.

Melihat kondisi Mujizat yang terus melemah, pihak keluarga yang panik langsung melarikannya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu.

“Saya cukup khawatir karena takut akan ada biaya tambahan yang dibayarkan karena saya harus rutin konsumsi obat dan rutin cek darah setiap bulannya,” ungkapnya.

Ketakutan itu sirna karena selama tiga tahun berobat, Mujizat tidak pernah mengeluarkan biaya sepeser pun dan kini benjolan di lehernya sudah mengecil.

“Suami saya bekerja sebagai buruh harian lepas, kadang punya pekerjaan, kadang juga tidak. Jadi penghasilannya tidak menentu,” ujar Mujizat.

Beruntung, Mujizat telah terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh pemerintah sejak sepuluh tahun lalu.

“Saya sangat puas dengan pelayanan di Puskesmas Talise dan Rumah Sakit Umum Anutapura. Selama saya menjalani pengobatan, perawat dan dokter yang menangani semua ramah,” pungkasnya.(*)

Ikuti saluran TribunPalu di Whatsapp

https://www.whatsapp.com/channel/0029VaGJUF060eBeALCKKw2b

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved