Jumat, 5 Juni 2026

OPINI

Keutamaan Bulan Ramadan dan Sejarah Monumental di Baliknya

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan difardhukan puasa di dalamnya sebagai rukun Islam.

Tayang:
Editor: mahyuddin
Kemenag.go.id
Menteri Agama Nasaruddin Umar 

8. Penaklukan kota Spanyol, Ramadan 92 H.

9. Runtuhnya Daulat Bani Umayyah yang dinilai sudah banyak korup digantikan rezim baru Bani Abbasia, Ramadan 132 H.

10. Pemisahan diri Mesir dari Dinasti Abbasia, Ramadan 253 H.

11. Pendirian Universitas Al-Azhar, Cairo-Mesir, Universitas tertua di dunia, didirikan dalam bulan Ramadan 361 H. Oleh Dinasti Fatimiyah (Syi’ah).

12. Salahuddin al-Ayyubi menghalau pasukan Salib dan merebut kota Surya, Ramadan 584 H.

13. Pasukan Salib dikalahkan di Baibars, Ramadan 675 H.

14. Beberapa negara Islam memperoleh kemerdekaan dari penjajah dalam bulan Ramadan, termasuk Negara Republik Indonesia, memproklamirkan kemerdekaannya dalam bulan Ramadlan yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945, yang baru saja kita peringati kemerdekaannya yang ke 66.

15. Sejumlah pusat kerajaan lokal di kepulauan Nusantara menyerah kepada sistem pemerintahan yang bercorak Islam (Sulthan), termasuk di antaranya Kerajaan Bone Sulawesi Selatan, kerajaan terakhir di kawasan Timur Indonesia menyerah ke pemerintahan baru bercorak yang Islam.

Baca juga: Selama Ramadan 2026, Pemkab Donggala Sesuaikan Jam Kerja ASN

Kita tentu harus bersyukur dengan umur dan kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk bisa menjumpai bulan Ramadlan, suatu bulan yang selalu didambakan oleh orang-orang yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Peristiwa demi peristiwa yang menakjubkan di atas tentu bukan hanya terjadi di masa lampau tetapi juga akan terjadi pada diri kita terutama yang meyakini puasa sebagai bagian dari rahmat dan hidayah Allah SWT.

Rasulullah SAWsendiri menunjukkan banyak hikmah di balik puasa, termasuk di antaranya ialah memelihara kesehatan, sebagaimana dalam hadisnya:

"Shumu tashihhu" yang artinya berpuasalah kalian supaya sehat. 

Para dokter juga melihat kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Ini membuktikan bahwa setiap perintah Tuhan pasti mempunyai hikmah positif bagi manusia.

Tidak mungkin Allah SWT menurunkan suatu kewajiban di luar amban batas kemampuan hambanya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved