Morowali Utara Hari Ini
Ketua DPRD Morut: HUT RI ke-80 Istimewa bagi Pemerintah Daerah
Gladi upacara pengibaran Bendera Merah Putih juga sudah dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan upacara kantor Bupati.
Penulis: Muhammad Nur Alqadri | Editor: Fadhila Amalia
Laporan wartawan TribunPalu.com, Muh Nur Alqadri
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI UTARA - Peringatan HUT RI ke-80, persiapan di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, telah matang.
Spanduk ucapan selamat hari kemerdekaan terpajang di sepanjang jalan menuju kantor Bupati Morut.
Gladi upacara pengibaran Bendera Merah Putih juga sudah dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan upacara kantor Bupati.
Ketua DPRD Morut, Warda Dg Mamala, yang akan membacakan teks proklamasi menyatakan kesiapan penuh untuk upacara yang akan digelar.
Turut hadir, Ketua DPRD Morut , Warda Dg Mamala yang bertindak sebagai pembaca teks proklamasi.
Menurutnya, HUT RI ke 80 tahun kali ini special bagi Bupati dan DPRD Morut.
"HUT RI ke 80 kali ini special banget buat Bupati dan DPRD," ucap Warda.
Menurutnya, selama kepemimpinan Bupati Morut, Delis Julkarson Hehi, pada periode kedua ini, komunikasi antara lembaga eksekutif dan legislatif berjalan baik.
"Saya lihat beberapa tahun Delis memimpin Morowali Utara, terjalin hubungan dan komunikasi yang baik,"ucapnya.
Sejarah singkat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI):
1. Kekosongan Kekuasaan Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom.
Peristiwa ini menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia, sebuah momen emas yang segera diketahui oleh para pemuda pejuang.
2. Desakan dan Peristiwa Rengasdengklok Para pemuda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, tanpa menunggu janji atau bantuan dari Jepang.
Karena adanya perbedaan pandangan, pada 16 Agustus 1945, golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.
Tujuannya adalah untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang dan meyakinkan bahwa proklamasi harus dilakukan secepatnya, atas nama bangsa Indonesia sendiri.
3. Perumusan Naskah Proklamasi Setelah kembali ke Jakarta, pada malam yang sama, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo merumuskan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
Naskah singkat namun bersejarah ini kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan sedikit perubahan.
4. Puncak Proklamasi 17 Agustus 1945 Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi, Soekarno, didampingi Hatta, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Acara sederhana namun penuh makna ini disusul dengan pengibaran bendera Merah Putih dan kumandang lagu "Indonesia Raya" untuk pertama kalinya.
Sejak saat itu, setiap tanggal 17 Agustus dirayakan sebagai Hari Kemerdekaan, menjadi pengingat bagi seluruh bangsa akan perjuangan heroik para pahlawan untuk merebut kemerdekaan.(*)
Warda dg Mamala
Sulawesi Tengah
Morowali Utara
HUT RI ke-80
Ketua DPRD Morut
Delis Julkarson Hehi
Bendera Merah Putih
| Kunjungi Morut, Mayjen TNI Jonathan Sianipar Targetkan Yon TP 825 Jadi Batalyon Unggulan |
|
|---|
| Delis J. Hehi Tekankan Pembangunan Desa sebagai Kunci Kemajuan Morowali Utara |
|
|---|
| Pemkab Morowali Utara Jemput Bola Hadirkan Rumah Terjangkau bagi Masyarakat |
|
|---|
| 88 Mahasiswa Morowali Utara Sulteng Terima Beasiswa Ganda, Dana Diminta Dikembalikan |
|
|---|
| Polres Morowali Utara Gelar Wisuda Purna Bhakti Wakapolres, Suasana Haru Warnai Pelepasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Warda-Dg-Mamala-Sebut-HUT-RI-ke-80-Special-Bagi-DPRD-dan-Bupati-Morut.jpg)