Kamis, 21 Mei 2026

Morowali Utara Hari Ini

Ketua DPRD Morut: HUT RI ke-80 Istimewa bagi Pemerintah Daerah

Gladi upacara pengibaran Bendera Merah Putih juga sudah dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan upacara kantor Bupati. 

Tayang:
Muhammad Nur Alqadri/TribunPalu
HUT RI - Peringatan HUT RI ke-80, persiapan di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, telah matang. Spanduk ucapan selamat hari kemerdekaan terpajang di sepanjang jalan menuju kantor Bupati Morut. 

Laporan wartawan TribunPalu.com, Muh Nur Alqadri 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI UTARA - Peringatan HUT RI ke-80, persiapan di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, telah matang.

Spanduk ucapan selamat hari kemerdekaan terpajang di sepanjang jalan menuju kantor Bupati Morut.

Gladi upacara pengibaran Bendera Merah Putih juga sudah dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan upacara kantor Bupati. 

Ketua DPRD Morut, Warda Dg Mamala, yang akan membacakan teks proklamasi menyatakan kesiapan penuh untuk upacara yang akan digelar.

Turut hadir, Ketua DPRD Morut , Warda Dg Mamala yang bertindak sebagai pembaca teks proklamasi.

Menurutnya, HUT RI ke 80 tahun kali ini special bagi Bupati dan DPRD Morut.

"HUT RI ke 80 kali ini special banget buat Bupati dan DPRD," ucap Warda.

Menurutnya, selama kepemimpinan Bupati Morut, Delis Julkarson Hehi, pada periode kedua ini, komunikasi antara lembaga eksekutif dan legislatif berjalan baik.

"Saya lihat beberapa tahun Delis memimpin Morowali Utara, terjalin hubungan dan komunikasi yang baik,"ucapnya.

Sejarah singkat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI):

1. Kekosongan Kekuasaan Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom.

Peristiwa ini menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia, sebuah momen emas yang segera diketahui oleh para pemuda pejuang.

2. Desakan dan Peristiwa Rengasdengklok Para pemuda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, tanpa menunggu janji atau bantuan dari Jepang.

Karena adanya perbedaan pandangan, pada 16 Agustus 1945, golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved