Minggu, 19 April 2026

Sulteng Hari Ini

Parimo, Donggala dan Banggai Catat Jumlah Penduduk Miskin Tertinggi di Sulteng

Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid, mendorong Pemerintah Provinsi segera membentuk Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Editor: Fadhila Amalia
Meta Ai
ILUSTRASI - Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah mencatat jumlah tertinggi penerima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hingga akhir 2024. 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah mencatat jumlah tertinggi penerima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hingga akhir 2024.

Berdasarkan data Dinas Sosial Sulteng, berikut daftar kabupaten dengan penerima DTKS terbanyak:

Parigi Moutong: 278.668 jiwa
Donggala: 165.007 jiwa
Banggai: 161.573 jiwa

Total keseluruhan penerima DTKS di Sulawesi Tengah mencapai 1.633.552 jiwa.

Baca juga: 356 Ribu Warga di Sulteng Masih Miskin, Tiga Kabupaten Catat Angka Tertinggi Penerima DTKS

Jumlah ini mencerminkan besarnya tantangan penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut, terutama pada wilayah-wilayah dengan populasi besar dan penyebaran geografis yang luas.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid, mendorong Pemerintah Provinsi segera membentuk Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

“Data DTKS ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Parimo, Donggala, dan Banggai memerlukan perhatian lebih serius. Satgas diperlukan untuk mengawal program secara fokus dan terarah,” tegasnya, Minggu (17/8/2025).

Syarifudin menyebut keberadaan Satgas akan membantu mempercepat pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang selama ini berjalan lambat atau kurang terkoordinasi.

Baca juga: Syarifudin Hafid Dorong Pemprov Sulteng Segera Bentuk Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Ia juga menekankan pentingnya verifikasi dan validasi DTKS agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

“Dengan jumlah sebanyak itu, jangan sampai ada warga yang benar-benar miskin malah tidak masuk data, dan sebaliknya,” tambahnya.

Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng per Maret 2025 mencatat persentase penduduk miskin sebesar 10,92 persen atau setara 356.190 jiwa, dengan kecenderungan penurunan di wilayah perkotaan namun peningkatan tipis di pedesaan.

Syarifudin menilai ketimpangan ini harus segera diatasi, salah satunya dengan memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi dan kabupaten.

“Parigi Moutong, Donggala, dan Banggai bisa menjadi pilot project bagi intervensi langsung dari Pemprov Sulteng. Ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.

Angka kemiskinan di Sulteng menunjukkan tren penurunan.

Berikut adalah data terbaru per Maret 2025:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved