Selasa, 5 Mei 2026

HUT Kemerdekaan RI

Rakyat Penambang Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI di Poboya Palu

Upacara yang digelar penambang merupakan simbol perjuangan atas hak penghidupan warga lingkar tambang.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
HANDOVER
HUT KEMERDEKAAN - Rakyat penambang bersama pemuda lingkar tambang menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI di lokasi tambang kijang 25-30, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Minggu (17/8/2025). Warga mengikuti upacara dengan pakaian dan alas kaki seadanya. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Rakyat penambang bersama pemuda lingkar tambang menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI di lokasi tambang kijang 25-30, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Minggu (17/8/2025).

Warga mengikuti upacara itu dengan pakaian dan alas kaki seadanya.

Inspektur upacara, Kusnadi Paputungan, menyebutkan peringatan kali ini menjadi momentum mengingatkan cita-cita pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

“Pasal 33 UUD 1945 jelas menyebutkan, bumi dan air serta kekayaan alam di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Kusnadi.

Baca juga: Masyarakat Poboya Desak Pemerintah Tindaklanjuti Penciutan Lahan PT CPM

Advokat Rakyat Agussalim menyebut upacara yang digelar penambang merupakan simbol perjuangan atas hak penghidupan mereka.

“Ini upacara tanpa biaya negara, tapi menjadi penegasan perjuangan rakyat Poboya atas tanah air, sumber penghidupan, dan ekologi sosial budaya,” ujar Agussalim.

Advokat lainnya Safarudin menilai momentum itu penting untuk menanamkan kesadaran arti kemerdekaan bagi penambang.

“Penambang harus merdeka di tanahnya sendiri. Semoga cita-cita penciutan kontrak karya segera terwujud,” tutur Safarudin.

Baca juga: Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Dipastikan Hadir di Musda ke-11 DPD Sulteng

Tokoh masyarakat lingkar tambang, Moh Amin Panto, mengingatkan pentingnya persatuan.

Menurutnya, kemerdekaan sejati bagi Poboya adalah terwujudnya penciutan lahan.

“Tanpa penciutan lahan, kami masih terjajah perusahaan yang beroperasi di lokasi ini. Mustahil ada wilayah pertambangan rakyat tanpa itu. Karena itu saya imbau, seluruh penambang dan warga lingkar tambang tetap bersatu, jangan mau dipecah belah,” ucap Amin Panto.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved