Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

Wagub Sulteng Buka Rembuk Nelayan dan Rakernis Perikanan Tangkap se-Sulteng

Dalam sambutannya, Reny menyampaikan apresiasi kepada DPP dan DPD HNSI yang telah menginisiasi pertemuan tersebut. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ro Adpim Setdaprov Sulteng
REMBUK NELAYAN - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rembuk Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Perikanan Tangkap se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulteng di Grand Sya Hotel Palu, Sabtu (23/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rembuk Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Perikanan Tangkap se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulteng di Grand Sya Hotel Palu, Sabtu (23/8/2025).

Dalam sambutannya, Reny menyampaikan apresiasi kepada DPP dan DPD HNSI yang telah menginisiasi pertemuan tersebut. 

Ia menegaskan pentingnya solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Baca juga: Fathur Razaq Didukung 11 KONI dan 22 Cabor untuk Pimpin KONI Sulteng 2025–2030

“Kehidupan nelayan tidaklah mudah. Pemerintah hadir melalui Program Berani Tangkap Banyak untuk mendorong nelayan lebih sejahtera dan makmur. Dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan GPS, harus dimaksimalkan,” ujar Reny.

Ketua DPD HNSI Sulteng Syarifudin Hafid menegaskan HNSI adalah organisasi berbasis nelayan dan nonpolitik. 

Ia menyoroti kesejahteraan nelayan Sulteng yang masih tertinggal dibandingkan provinsi tetangga seperti Sulsel dan Sultra.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan nelayan membutuhkan visi bersama serta dukungan sarana dan prasarana modern.

“HNSI harus menjadi rumah besar nelayan, tempat berjuang bersama sekaligus tonggak utama membangun masa depan perikanan dan kelautan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Nelayan Hilang Saat Memanah Ikan di Tolitoli Sulteng, Tim SAR Lakukan Pencarian

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulteng Moh Arif Latjuba melaporkan jumlah nelayan di provinsi ini mencapai 94.887 orang, dengan produksi perikanan tangkap pada 2024 mendekati 300 ribu ton.

Ia menambahkan, Program Berani Tangkap Banyak merupakan bagian dari Berani Makmur yang membutuhkan dukungan penuh semua pemangku kepentingan.

“Kami telah memulai bantuan Vessel Monitoring System (VMS) bagi kapal di atas 12 mil laut, serta mengembangkan konsep Smart Fishing bagi kelompok nelayan,” ungkapnya.

Sebagai penutup kegiatan, Wagub Reny menyerahkan bantuan simbolis kepada perwakilan nelayan dari PPI Ogoamas, PPI Donggala, PPI Ogotua, dan PPI Ampana.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, perwakilan DPP HNSI, unsur Forkopimda Sulteng, kepala daerah, akademisi, kepala dinas perikanan kabupaten/kota, serta perwakilan nelayan se-Sulteng.

Baca juga: Banggai Run Challenge 2025 Diikuti 1.530 Peserta, Pelari Tercepat Tuntaskan 21K dalam 1 Jam 10 Menit

Apa Itu Rembuk Nelayan?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved