Gempa Sulteng
Mengenang Gempa Palu 28 September 2018, 2.141 Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Bencana Gempa Bumi yang terjadi pada September mengingatkan pada tragedi gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 7 tahun lalu.
TRIBUNPALU.COM - Bencana Gempa Bumi yang terjadi pada September mengingatkan pada tragedi gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 7 tahun lalu, di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Tragedi ini menyebabkan ribuan korban jiwa, baik meninggal dunia maupun hilang.
Ribuan rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum hancur total, termasuk jembatan Kuning, ikon Kota Palu, juga ambruk.
Bencana gempa itu berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi pada hari Jumat, 28 September 2018, pukul 18.02 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer (km) di jalur sesar Palu Kuro, dengan posisi pusat gempa berada di 27 km Timur Laut Donggala.
Tak hanya mengakibatkan tsunami dahsyat, Gempa Bumi juga disusul fenomena likuefaksi atau hilangnya kekuatan dan ketahanan tanah.
Baca juga: Harga iPhone Terbaru September: iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, iPhone 16E, iPhone 17
Awal Bencana
Dikutip dari Kompas.com bencana alam menimpa wilayah Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 itu diawali oleh gempa bumi magnitudo 7,4 yang memicu tsunami dan fenomena likuefaksi dahsyat.
Peristiwa ini melumpuhkan aktivitas dan menyebabkan kehancuran luar biasa di berbagai lokasi.
Berdasarkan kronologi, gempa pertama dengan magnitudo 6,0 terjadi di Donggala pada pukul 14.00 WIB, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan rumah rusak.
Tiga jam kemudian, gempa kedua dengan kekuatan lebih besar, magnitudo 7,4, mengguncang wilayah yang sama pada pukul 17.02 WIB.
Pasca gempa kedua, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status siaga dan waspada.
Namun, peringatan tersebut dicabut pada pukul 17.36 WIB.
Tragisnya, hanya enam menit setelah peringatan dicabut, tsunami dengan gelombang setinggi hingga 11,3 meter justru benar-benar menerjang pesisir.
Selain tsunami, bencana juga diperparah dengan munculnya fenomena likuefaksi di beberapa wilayah.
Di Petobo dan Jono Oge, tanah kehilangan daya dukungnya dan berubah menjadi lumpur.
| 2 Hari Berturut-turut, Gempa Paksa Siswa SDN Inpres Bantaya Parimo Pulang Lebih Awal |
|
|---|
| Pelajar TK Aisyiyah Pangi Belajar di Halaman Usai Gempa Guncang Parigi |
|
|---|
| Riwayat Gempa September di Sulteng Lima Tahun Terakhir, Hari Ini Magnitudo 4,6 |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Gempa Bumi Kembali Guncang Sulawesi Tengah Pagi Ini, Warga Palu Merasakan |
|
|---|
| Sulteng Diguncang 4 Gempabumi Berturut-turut Hari Ini, Ada yang Berkekuatan Mag 4,8 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kondisi-kelurahan-lere-kecamatan-palu-barat-kota-palu-11.jpg)