Rabu, 20 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Hutan Kota Unismuh Luwuk, Penyerap Karbondioksida dan Peneduh

Kampus II Unismuh Luwuk di atas bukit Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 

Tayang:
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
ALISAN / TRIBUNPALU.COM
Hutan Kota Unismuh Luwuk di Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (ALISAN/TRIBUNPALU.COM) 

Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa mengatakan, kala itu diproyesikan menjadi hutan kota.

"Kita dapat juara waktu itu," terangnya.

Penghargaan diperoleh karena Unismuh Luwuk dinilai berhasil. 

Kampus telaten merawat sampai tumbuh menjadi besar. 

"Dari beberapa percontohan, kita sukses," tuturnya.

Selain penyejuk, daun-daun mahoni dan trembesi telah menutupi tanah. 

Hancur, diuraikan alam dan menjadi pupuk alami.

Baca juga: Ketua DPD Pertuni Sulteng : Kegiatan untuk Perkenalkan Potensi Disabilitas Netra

Merujuk penelitian Endes N Dahlan berjudul Jumlah Emisi Gas CO2 Dan Pemilihan Jenis Tanaman Berdaya Rosot Sangat Tinggi: Studi Kasus di Kota Bogor, mahoni dan trembesi menyerap karbondioksida. 

Disebutkan, setiap pohon mahoni menyerap 295,73 kilogram per tahun.

Pohon bernama latin Swietenia mahagoni ini masuk klasifikasi daya rosot tinggi. 

Setiap trembesi atau Samanea saman menyerap 28.488,39 kgper tahun dengan klasifikasi daya rosot ekstra tinggi. 

Penelitian Endes terbit di jurnal ilmiah Media Konservasi Volume 13 Nomor 2, Agustus 2008. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved