Jumat, 17 April 2026

Banggai Hari Ini

PMK Ancam Peternakan di Desa Siuna Banggai Sulteng, Warga Butuh Bantuan Medis Hewan

PMK adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus.

|
Editor: Fadhila Amalia
Asnawi/TribunPalu.com
HEWAN TERSERANG PMK - Warga Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tengah menghadapi keresahan akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah ternak sapi mereka. 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI – Warga Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tengah menghadapi keresahan akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah ternak sapi mereka.

PMK adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus.

Penyebaran virus ini terjadi melalui kontak langsung antar hewan maupun lewat lingkungan yang telah terkontaminasi.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Ternak Sapi di Siuna Banggai Terserang PMK, Diduga Terkena Dampak Tambang Nikel

Seorang warga Desa Siuna menyampaikan, Minggu (7/9/2025), beberapa ekor sapi mereka mengalami gejala seperti luka pada mulut dan kuku, penurunan nafsu makan, serta produksi air liur berlebihan dan berbusa.

Kondisi ini membuat peternak sangat khawatir karena sebagian besar hidup mereka bergantung pada peternakan sapi.

“Sudah beberapa hari terakhir ini, sapi kami sudah jarang makan. Karena sering keluar air liur dan berbusa. Kami khawatir penyakit ini menyebar ke ternak lain, karena banyak warga di sini yang memiliki sapi,” ungkap peternak setempat.

Baca juga: Jadwal KM Lambelu September di Pelabuhan Pantoloan: Tujuan Balikpapan Berlayar Besok

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, warga terpaksa mengeluarkan biaya menyewa jasa tenaga medis hewan dengan tarif Rp 50 ribu per ekor.

Jika tidak dilakukan, mereka memilih menjual sapi daripada kehilangan ternak tanpa pengobatan, meskipun merugi.

Mereka berharap pemerintah segera mengirim tim medis hewan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan sosialisasi penanganan darurat agar penyebaran PMK tidak meluas.

Selain itu, muncul dugaan di masyarakat bahwa penyebaran PMK ini dipicu oleh lingkungan yang telah terkontaminasi akibat aktivitas beberapa perusahaan tambang nikel di daerah tersebut.

Baca juga: Puncak HUT Demokrat Akan Dimeriahkan dengan Bakti Sosial Peduli dan Berbagi

Peternak dan warga berharap ada perhatian dan kerja sama semua pihak agar penyebaran PMK di Desa Siuna dapat segera dikendalikan, sehingga kerugian yang dialami masyarakat tidak bertambah besar.

Gejala Klinis Utama PMK:

Demam Tinggi: Sapi yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi, mencapai 40-41°C.

Demam ini sering menjadi gejala awal sebelum munculnya tanda-tanda lain.

Luka Lepuh (Vesikula): Ini adalah ciri khas PMK. Muncul lepuh berisi cairan di beberapa bagian tubuh, seperti:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved