Sigi Hari Ini
Sekda Sigi Tekankan Pengawasan Ketat Pupuk dan Pestisida, Dorong Validasi Data hingga Tingkat Desa
Karena itu, pengawasan pupuk dan pestisida harus dilakukan serius sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, memimpin rapat koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di ruang rapat Sekretariat Daerah.
Dalam arahannya, Nuim menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah sesuai visi Bupati Sigi.
Karena itu, pengawasan pupuk dan pestisida harus dilakukan serius sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian.
Ia mengingatkan, pengawasan tidak boleh sebatas seremoni, melainkan harus berjalan berjenjang hingga ke tingkat desa.
Hal ini mengingat persoalan distribusi dan harga pupuk masih menjadi kendala utama petani.
Baca juga: Lewat Pemutakhiran Data, Sekda Sigi Gelorakan Gerakan Taat Pajak untuk Pembangunan
“Data kebutuhan pupuk harus benar-benar valid, mulai dari luas lahan, jumlah petani, hingga jenis pupuk yang diperlukan di setiap wilayah, karena kondisi tanah di tiap daerah berbeda-beda,” ucap Nuim.
Sekda juga mendorong terbentuknya grup komunikasi antara KP3, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan distributor pupuk.
Tujuannya agar kebutuhan petani dapat tersampaikan dengan baik serta distribusi pupuk berjalan sesuai jadwal tanam.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, kejaksaan, hingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk sesuai aturan sekaligus mencegah peredaran pupuk ilegal di wilayah Kabupaten Sigi.
“Komisi ini jangan hanya ada di atas kertas. Tugasnya harus nyata dalam mengawasi, memastikan kebutuhan petani terpenuhi, serta harga pupuk tetap terjangkau,” pungkasnya.(*)
| Program Adaptasi Perubahan Iklim Sigi Targetkan 1.500 Penerima Manfaat |
|
|---|
| Enam Desa di Sigi Jadi Lokasi Manfaat Program Adaptasi Perubahan Iklim untuk 1.500 Warga |
|
|---|
| Pemkab Sigi Luncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim 2026-2028 |
|
|---|
| Kejari Sigi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pakan |
|
|---|
| Dua Pejabat Dinas Peternakan Sigi Ditahan, Diduga Peras dan Terima Gratifikasi Proyek Rp767,7 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG-20250910-WA0353jpg.jpg)