Sabtu, 11 April 2026

Sulteng Hari Ini

Gubernur Sulteng Bahas Rencana Besar Kawasan Megalitik dan Museum

Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungannya penuh terhadap inisiatif pelestarian dan pengembangan budaya di daerah.

Editor: Fadhila Amalia
Ro Adpim Setdaprov Sulteng
AUDENSI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulteng, Andi Kamal Lembah, bersama tim dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di ruang kerjanya, Jumat (12/9/2025). 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng, Andi Kamal Lembah, bersama tim dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di ruang kerjanya, Jumat (12/9/2025).

Audiensi ini membahas rencana strategis pengembangan kawasan megalitik dan penguatan peran Museum Sulawesi Tengah sebagai pusat edukasi serta destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia bagian timur.

Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Kamal, mengungkapkan bahwa situs-situs megalitik di Sulawesi Tengah  tersebar di wilayah Poso, Morowali, Morowali Utara, Banggai, hingga Kepulauan Togean, merupakan peninggalan budaya yang sangat tua dan bersejarah.

Baca juga: 8 Rumah Warga Rusak Parah Akibat Ledakan di Pamulang, Penyebab Masih Misterius

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jejak budaya kita di Sulawesi Tengah punya kaitan dengan migrasi manusia awal hingga ke Guam dan Mariana. Ini bukan hanya warisan lokal, tapi bagian dari sejarah peradaban dunia,” kata Andi Kamal.

Ia menambahkan, peninggalan megalitik di Sulteng bahkan lebih tua dari situs-situs sejenis di luar negeri, sehingga layak diperjuangkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2028.

Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungannya penuh terhadap inisiatif pelestarian dan pengembangan budaya di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah untuk kawasan wisata budaya berbasis kebudayaan tengah disusun bersama tim teknis Kemendikbudristek.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok, Sabtu 13 September 2025 di Sulawesi Tengah, 6 Wilayah Diguyur Hujan Ringan

Salah satu rencana strategisnya yakni penetapan kawasan khusus seluas 100 hingga 200 hektare yang akan dikelola secara kolaboratif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan kementerian terkait.

“Ini bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga strategi kita menjadikan budaya sebagai tulang punggung pembangunan daerah,” ujar Anwar Hafid.

Dalam audiensi itu, penguatan Museum Sulawesi Tengah juga menjadi fokus pembahasan.

Museum ini saat ini menyimpan lebih dari 7.500 koleksi bersejarah, termasuk artefak prasejarah seperti kulit kayu berusia 4.500 tahun dan gerabah kubur terbesar di Indonesia.

Baca juga: Pemprov Sulteng Raih Penghargaan Peduli Investasi oleh Kompas TV

Untuk meningkatkan daya tarik, museum akan dikemas lebih modern menggunakan teknologi digital, videotron, dan tata pamer interaktif, agar dapat menarik generasi muda dan wisatawan mancanegara.

“Jangan sampai museum dianggap tempat yang menakutkan. Kita ingin hadirkan museum yang edukatif, menarik, dan layak dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun luar negeri,” tegas Andi Kamal.

Sebagai bagian dari agenda promosi budaya, museum juga dijadwalkan menerima 165 wisatawan mancanegara pada September ini.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa rencana ini selaras dengan visi Berani Harmoni dan Berani Cerdas, di mana budaya ditempatkan sebagai fondasi pembangunan.

Ia berharap, dukungan lintas sektor baik pemerintah pusat, akademisi, hingga masyarakat adat – bisa mempercepat pengakuan internasional.

Baca juga: Harga HP Samsung Terbaru 2025: Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7, Galaxy A56, Galaxy A06

“Ini pekerjaan besar, tapi dengan kolaborasi yang kuat, Sulawesi Tengah bisa menjadi pusat peradaban dunia yang diakui secara global,” tutup Gubernur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved