Kamis, 9 April 2026

Perceraian di Morowali

Perselingkuhan hingga Judi, Jadi Pemicu Tingginya Perceraian di Morowali dan Morut Sulteng

Hingga awal Oktober, tercatat sudah ada 651 perkara yang masuk, dengan 575 di antaranya merupakan gugatan perceraian. 

|
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Freepik
ILUSTRASI - Angka perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Bungku, yang meliputi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara terus meroket sepanjang 2025.  

Laporan Wartawan Tribunpalu.com. Ismet

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Angka perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Bungku, yang meliputi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara terus meroket sepanjang 2025. 

Hingga awal Oktober, tercatat sudah ada 651 perkara yang masuk, dengan 575 di antaranya merupakan gugatan perceraian. 

Data ini menunjukkan bahwa perceraian masih menjadi masalah paling dominan di masyarakat, bahkan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah hingga akhir tahun. 

Baca juga: BREAKINGNEWS: Perceraian Mendominasi, Perkara di Pengadilan Agama Bungku Morowali Naik 10 Persen

Beragam faktor penyebab berdasarkan catatan pengadilan, faktor penyebab perceraian sangat beragam. 

Perselingkuhan menjadi salah satu pemicu utama. 

Selain itu, kebiasaan buruk seperti mabuk, hingga judi, juga kerap menjadi alasan pasangan memilih berpisah. 

Tak berhenti di situ, ada pula kasus di mana salah satu pihak meninggalkan rumah tangga selama lebih dari dua tahun, hingga kondisi pasangan yang harus menjalani hukuman penjara, yang akhirnya memicu perceraian. 

Pihak Pengadilan Agama Bungku menegaskan, angka ini kemungkinan besar akan terus bertambah.  

Baca juga: Hasil Liga Eropa Tadi Malam: Dua Pemain Indonesia Bersinar di Eropa, AS Roma Kalah

“Hingga awal Oktober, jumlah perkara sudah mencapai 651. Dari total itu, sekitar 70 persen adalah perceraian. Kalau melihat tren, sangat mungkin angkanya bertambah menjelang akhir tahun,” ujar hakim Nasrullah Mazii, sekaligus Humas Pengadilan Agama Bungku, Kamis (2/10/2025). 

Cerminan dinamika sosial fenomena tingginya perceraian ini mencerminkan dynamika sosial masyarakat Morowali dan Morowali Utara.

Masalah rumah tangga yang tidak terselesaikan secara internal akhirnya dibawa ke ranah hukum sebagai jalan terakhir.

Penyebab utama mendominasi kasus perceraian:

1. Perselisihan dan Pertengkaran Terus-Menerus

Ini adalah alasan perceraian yang paling dominan di Indonesia. Hal ini mencerminkan kegagalan pasangan dalam mengelola konflik dan komunikasi yang buruk, sehingga tidak ada harapan untuk hidup rukun kembali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved