Sabtu, 2 Mei 2026

PT IMIP

2.100 TKA Tiongkok di IMIP Morowali Belajar Bahasa Indonesia

Kelas bahasa Mandarin mulai dilaksanakan pada Mei 2022, sedangkan kelas bahasa Indonesia dirintis sebulan lebih awal, April 2022.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover
KELAS BAHASA - Upaya menjembatani komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok di kawasan industri terus dilakukan melalui program kelas bahasa Indonesia dan Mandarin. 

Potensi Naik Level dan Penghasilan Jauh Lebih Besar

Selain kelas rutin, program juga menggelar kegiatan penunjang seperti lomba cerdas cermat Mandarin, seminar bersama pembicara asal Tiongkok, dan latihan kaligrafi Cina (Chinese paper).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, memperluas wawasan budaya, sekaligus mempererat hubungan antarpekerja.

Setiap peserta program memiliki hak dan kewajiban sesuai kontrak belajar. Bagi karyawan yang lulus ujian kemampuan bahasa Mandarin (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì atau HSK), perusahaan memberikan tunjangan skill bahasa, serta tambahan fasilitas seperti tunjangan komunikasi, transportasi, dan perumahan.

Menurut Sainan Sani, Wakil Manajer Divisi Training Departemen HRD Tsingshan, pemberian tunjangan merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan yang meningkatkan kompetensi komunikasinya.

“Semakin tinggi level kemampuan bahasa, semakin besar pula nilai kompensasi yang diterima. Ini penting karena meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi komunikasi,” ujarnya.

Baca juga: Prediksi Skor Portugal vs Hongaria: Ronaldo dkk Lolos Piala Dunia 2026 Lebih Cepat?

Sejak 2023, Tsingshan Group juga telah mengirim sekitar 300 karyawan Indonesia untuk mendalami bahasa Mandarin di universitas di Tiongkok, seperti Universitas Wenzhou di Provinsi Zhejiang dan Universitas Sains dan Teknologi Beijing.

Mereka menjalani pelatihan tingkat lanjut, dan setelah kembali, diwajibkan mengabdi minimal tujuh tahun di perusahaan.

Sejak awal menanamkan investasinya di IMIP, manajemen Tsingshan telah mewajibkan setiap TKA asal Cina mempelajari bahasa Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah dan menciptakan suasana kerja lebih inklusif.

Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia ini akan lebih disesuaikan dengan dengan mengacu program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Ke depan, kami akan memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia bagi TKA agar hasilnya lebih efektif,” kata Sainan.

Baca juga: Amiruddin Lapada Serap Aspirasi di Desa Pesik, Warga Usulkan Jalan dan Irigasi Jadi Prioritas

Di samping itu, dia menegaskan, pembelajaran bahasa Mandarin bagi karyawan Indonesia bukanlah kewajiban, melainkan kesempatan strategis untuk mengembangkan diri, memperluas peluang karier, membangun jembatan komunikasi yang lebih manusiawi dan produktif.

Melalui upaya pengembangan itu, Tsingshan Group berharap program bahasa di kawasan IMIP menjadi rujukan penerapan pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan, dapat memperkuat sinergi tenaga kerja, dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan profesional.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved