Senin, 1 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

Kubah Masjid Raya Baitul Khairaat Sulteng Berdiameter 90 Meter, Terbesar di Indonesia

Rekor MURI itu menandai pembangunan masjid tersebut berjalan dengan hasil memuaskan menjelang penyelesaian akhir.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
HANDOVER
MASJID RAYA - Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mencatat Rekor Muri dengan kubah single dome terbesar di Indonesia dan menara kembar tertinggi di Sulawesi Tengah. Masjid itu berdiri megah di Jl Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mencatat Rekor Muri dengan kubah single dome terbesar di Indonesia dan menara kembar tertinggi di Sulawesi Tengah.

Masjid itu berdiri megah di Jl Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Masjid Raya Sulteng Caco Laratu mengatakan, pencapaian itu menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, masjid raya mencatatkan dua rekor MURI. Tentu ini menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu,” ujar Caco kepada Wartawan, Jumat (17/10/2025).

Caco menyampaikan, Rekor MURI itu menandai pembangunan masjid tersebut berjalan dengan hasil memuaskan menjelang penyelesaian akhir.

Baca juga: Masjid Raya Baitul Khairaat Palu Catat Sejarah, Sabet Dua Rekor MURI Sekaligus

Masjid Raya Baitul Khairaat dibangun di atas lahan seluas 4 hektare, mampu menampung hingga 10 ribu jemaah, dan dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk. 

Pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp376 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Perwakilan PT PP Yusuf menjelaskan, pengajuan rekor dilakukan melalui tahapan verifikasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat daerah hingga pusat.

“Kubah single dome Masjid Raya ini terbesar di Indonesia dengan diameter 90 meter dan tinggi 53 meter. Sedangkan menaranya setinggi 66 meter, tertinggi di Sulawesi Tengah,” kata Yusuf.

Menurutnya, rekor tersebut menjadi bukti karya konstruksi unggulan yang dikerjakan dengan standar tinggi dan harapan besar untuk menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sulteng.

"Rekor Muri itu jadi upaya kami memberi kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Baca juga: Tersebar di Medsos, Isi Gugatan Cerai Andre Taulany Tak Dibantah, Minta Publik Menilai

Sementara itu, Ikhwan Syamsudin, selaku pengawas pembangunan, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan penyelesaian proyek tetap sesuai jadwal kontrak, yakni 15 November 2025.

“Kalau tidak selesai sesuai kontrak, tentu ada sanksi denda kepada pelaksana, sesuai dengan perjanjian kontrak,” ucap Ikhwan.

Saat ini, bangunan utama masjid memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). 

Masjid itu memiliki Ornamen plafon berhias 39.441 unit enamel serta kaligrafi lafaz Allah berdiameter 18 meter, menambah kesan megah pada rumah ibadah terbesar di Sulawesi Tengah itu.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved