Sulteng Hari Ini
Delapan Ruas Jalan Strategis Morowali Utara Diusulkan Masuk Program Inpres Jalan Daerah
Pertemuan berlangsung konstruktif dan penuh keakraban, dengan dukungan positif dari Ibu Wakil Menteri PUPR dan jajaran teknis kementerian.
TRIBUNPALU.COM - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang bersama Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ibu Diana Kusumastuti di Jakarta.
Pertemuan ini dilakukan untuk memperjuangkan agar sejumlah ruas jalan strategis dan satu jembatan utama di Kabupaten Morowali Utara dapat dimasukkan dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran mendatang.
Langkah ini ditempuh karena Kabupaten Morowali Utara pada tahun berjalan tidak lagi menerima alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur jalan dari Kementerian PUPR, sehingga satu-satunya peluang dukungan pusat bagi pembangunan jalan daerah adalah melalui program Inpres Jalan Daerah.
Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Buol, Bupati Risharyudi Pimpin Peletakan Batu
Dalam audiensi tersebut, Bupati Delis didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali Utara, Destuber Matoori, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Herry Pinontoan turut menyampaikan data teknis lapangan serta peta prioritas konektivitas wilayah.
Pertemuan berlangsung konstruktif dan penuh keakraban, dengan dukungan positif dari Ibu Wakil Menteri PUPR dan jajaran teknis kementerian.
Bupati Delis bersama Senator Febriyanthi memaparkan bahwa kondisi beberapa ruas jalan di Morowali Utara saat ini masih memerlukan peningkatan signifikan untuk mendukung mobilitas masyarakat, konektivitas antar kecamatan, serta aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang.
Baca juga: Plh. Sekda Baru Kabupaten Buol, Moh. Yamin Siap Jaga Stabilitas Pemerintahan
Adapun delapan ruas jalan yang diperjuangkan untuk masuk dalam program Inpres Jalan Daerah antara lain ruas Towi–Kolonodale sepanjang hampir 30 kilometer yang menjadi akses utama kawasan produktif dan industri prioritas, ruas Barati–Tomata sejauh 24,9 kilometer yang mendukung sektor pangan dan perkebunan, serta ruas Era–Bencue sepanjang lebih dari 21 kilometer yang penting bagi pengembangan kawasan pertanian produktif.
Selain itu, terdapat ruas Tontowea–Era sepanjang 31,8 kilometer yang berfungsi sebagai jalur industri strategis, kemudian ruas Lemowala–Salubiro, SP3 Jalan Nasional–Mayumba, Winangabino, dan Winangabino–Lijo yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur distribusi utama dan pusat ekonomi masyarakat.
Total nilai usulan pembangunan delapan ruas jalan tersebut mencapai lebih dari Rp 447 miliar.
Baca juga: Ribuan Gen-Z Padati GOR Sritex Rayakan Puncak Fazzio Youth Festival Surakarta
Selain delapan ruas jalan itu, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga memperjuangkan pembangunan Jembatan Winangabino yang menjadi penghubung vital antara kawasan permukiman dan wilayah industri serta pertanian di sekitarnya.
Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk memperlancar akses transportasi masyarakat, menekan biaya logistik, serta mempercepat arus distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal.
Pembangunan jembatan tersebut telah disiapkan dalam rancangan teknis awal oleh Dinas PUPR Morowali Utara dan diharapkan dapat turut masuk dalam daftar prioritas Inpres Jalan Daerah.
| Kepala Komnas HAM Sulteng Dimutasi ke Papua Usai Tudingan Keterlibatan Tambang di Poboya Palu |
|
|---|
| Sentil Perintah Prabowo Soal IUP di Hutan Lindung, Muhammad Safri Minta Pusat Tak Tebang Pilih |
|
|---|
| Klarifikasi RSUD Undata Palu, Optimalisasi Layanan Digital untuk Rujukan Lebih Cepat |
|
|---|
| Soroti Pembukaan Kembali Tambang Maut Hengjaya, Safri: Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Investasi |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Perdana, Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk |
|
|---|
