Sulteng Hari Ini
Cakupan JKN Sulteng Tembus 89 Persen, Program Berani Sehat Dorong Peluang UHC Award
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, hingga November 2025, cakupan kepesertaan aktif JKN di Sulteng sudah menembus angka 89,16%.
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berpeluang besar meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 yang akan diumumkan pada awal tahun 2026.
Informasi ini terungkap dalam Pembahasan Norma Keuangan (NK) dan Rencana Kebutuhan (RK) Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda Tahun 2026 antara Pemprov Sulteng dan BPJS Kesehatan Sulteng, di Cafe Foodie and Resto, Rabu, (26/11/2025).
Kehadiran program Berani Sehat ternyata berdampak besar bagi peningkatan jumlah kepesertaan aktif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Meski Belajar di Bangunan Darurat, Siswa SD Siti Masita Parigi Moutong Tetap Torehkan Prestasi
Gubernur diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin apresiasi atas capaian program Berani Sehat yang sukses meningkatkan jumlah kepesertaan JKN sejak resmi di-launching pada momen HUT Provinsi Sulteng ke-61, pada 13 April 2025 lalu.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, hingga November 2025, cakupan kepesertaan aktif JKN di Sulteng sudah menembus angka 89,16 persen.
Angka ini melesat lebih tinggi daripada capaian tahun 2024 yang hanya berada di angka 70 persen.
Bahkan, capaian ini diprediksi akan terus melonjak hingga akhir tahun 2025 disebabkan animo masyarakat Sulteng yang sangat besar mengikuti program Berani Sehat.
Berani Sehat sendiri adalah salah satu program unggulan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid dan Wagub, Reny A. Lamadjido dengan tujuan memberikan akses layanan kesehatan gratis yang berkualitas.
Baca juga: Disdik Parigi Moutong: 116 Sekolah Masih Dipimpin PLt, Wajib Tuntas Sebelum 31 Desember 2025
Tujuan ini sangat relevan dengan skema program UHC Prioritas yang diusung BPJS Kesehatan dan sudah terintegrasi dengan Berani Sehat.
Dengan begitu, masyarakat hanya perlu menunjukkan bukti KTP Sulteng saat berobat pada semua faskes di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Lewat program ini, baik rakyat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN maupun yang status kepesertaannya dibekukan karena tunggakan iuran dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis tanpa hambatan.
“Semoga kesinambungan UHC Prioritas lewat Berani Sehat tetap terjaga selamanya,” kata Fahrudin.
Baca juga: Perkuat Branding UMKM, Kemenkum Sulteng Ajak Koperasi Merah Putih Daftarkan Merek Kolektif
Turut hadir Kadis Dukcapil Sulteng, Andi Hajidin, perwakilan dari dinas kesehatan, dinas sosial, BPKAD dan Biro Administrasi Pemerintahan serta jajaran BPJS Kesehatan Sulteng.(*)
Sulawesi Tengah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universal Health Coverage (UHC)
BPJS Kesehatan
| 28 Ribu KK Terdampak Air Keruh SPAM IKK Petasia, Safri Semprot Perusahaan Tambang dan Pemkab Morut |
|
|---|
| Parade Budaya Bakal Meriahkan Pembukaan Adujak GenRe Sulteng 2026 |
|
|---|
| PESBEVI Ungkap Sulteng Baru Memiliki 2 Dokter Bedah Vaskular |
|
|---|
| 267 Nakes di Sulteng Ikuti Simposium CVC-3 2026, Bahas Penanganan Modern Penyakit Vaskular |
|
|---|
| Gaet 16 Perusahaan Tambang, Anwar Hafid Himpun CSR Rp355 Miliar untuk Perbaikan Jalan |
|
|---|
