Minggu, 19 April 2026

Bandara IMIP

Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng Desak Prabowo Evaluasi PSN Usai Polemik Bandara PT IMIP

Safri berharap Presiden Prabowo dapat menanggapi masalah ini dengan serius dan mengeluarkan kebijakan tegas. 

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
DOKUMENTASI PRIBADI/HANDOVER
POLEMIK BANDARA IMIP - Polemik keberadaan bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang disebut beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara yang memadai, memicu reaksi keras dari DPRD Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Polemik keberadaan bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang disebut beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara yang memadai, memicu reaksi keras dari DPRD Sulawesi Tengah.

Sekretaris Komisi III, Muhammad Safri mendesak Presiden Prabowo segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di Sulteng, terutama yang terkait dengan investasi asing dan kawasan industri.

Baca juga: Pemisahan Kemenag–Kementerian Haji Masuki Tahap Akhir, Daerah Siapkan Komposisi Jabatan

"Polemik bandara khusus ini menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk mengevaluasi total keberadaan Proyek Strategis Nasional yang ada di Sulteng baik itu IMIP, GNI maupun IHIP," ujarnya kepada awak media, Kamis (27/11/2025).

Safri menyuarakan kekhawatiran yang serius bahwa kasus bandara di IMIP yang belakang menjadi sorotan nasional karena dianggap sebagai "negara dalam negara" oleh Menteri Pertahanan, menunjukkan kelemahan pengawasan negara dalam proyek-proyek vital.

"Keberadaan bandara khusus di IMIP yang tidak diawasi secara memadai adalah pelanggaran kedaulatan yang serius. Ini menimbulkan pertanyaan besar soal bagaimana tata kelola dan pengawasan terhadap PSN di daerah kami," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Sulteng Gandeng BPKP Perkuat Transparansi Pengelolaan Anggaran

Legislator PKB ini menekankan bahwa meskipun penting untuk pertumbuhan ekonomi, investasi tidak boleh mengorbankan keselamatan lingkungan, hak-hak masyarakat lokal, dan yang terpenting adalah kedaulatan negara.

“Investasi itu penting, tapi bukan alasan untuk merusak lingkungan, mengabaikan hak-hak masyarakat, apalagi menggerus kedaulatan negara,” tekan Safri.

Safri mengingatkan agar evaluasi nantinya tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedaulatan, tetapi juga meluas ke isu-isu lingkungan hidup dan dampak sosial dari PSN.

Dirinya membeberkan beberapa perusahaan di kawasan IMIP pernah disoroti oleh Komisi III DPRD Sulteng terkait dugaan pelanggaran lingkungan, masalah limbah hingga perizinan.

Baca juga: 10 Operator UPTD Ikuti Pelatihan Administrasi Kependudukan di Donggala

"Jangan berhenti di bandara, pelabuhan-pelabuhan khusus di kawasan industri ini juga harus dicek juga. Jangan lupa juga masalah utama yakni kejahatan lingkungan, keselamatan pekerja serta dampak sosialnya," beber Safri.

Safri berharap Presiden Prabowo dapat menanggapi masalah ini dengan serius dan mengeluarkan kebijakan tegas. 

Ia meminta kementerian atau lembaga terkait dikerahkan secara penuh untuk memastikan seluruh PSN di Sulteng beroperasi sesuai dengan hukum nasional dan tidak menciptakan anomali pengawasan.

Baca juga: Disdik Parigi Moutong: 116 Sekolah Masih Dipimpin PLt, Wajib Tuntas Sebelum 31 Desember 2025

"Kami mendukung investasi, tapi harus ada ketegasan dari pusat. Tidak boleh ada toleransi untuk setiap pelanggaran dalam bentuk apa pun. Saatnya menata ulang PSN agar memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat Sulteng," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved