Kamis, 16 April 2026

Morowali Hari Ini

Pekerja IMIP Dongkrak Perputaran Uang di Bahodopi Morowali hingga Rp5,9 T per Tahun

Alokasi terbesar untuk kebutuhan makanan dan minuman sebesar Rp2,19 juta, serta biaya kos/kontrakan sekitar Rp1,26 juta per bulan.

Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/mahyuddin
EKONOMI BAHODOPI - Pekerja memberbaiki motornya di bengkel yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bahodopi terus memerlihatkan grafik konsisten sepanjang tahun 2025. Hasil kajian tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menunjukkan, pola konsumsi warga yang didominasi pekerja industri di kawasan perusahan menjadi elemen penggerak perputaran uang di wilayah itu. 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terus memerlihatkan grafik konsisten sepanjang tahun 2025.

Hasil kajian tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menunjukkan, pola konsumsi warga yang didominasi pekerja industri di kawasan perusahan menjadi elemen penggerak perputaran uang di wilayah itu.

Riset pada Oktober 2025 tercatat, nilai rerata pengeluaran bulanan karyawan mencapai Rp5.750.880 tiap orang.

Alokasi terbesar untuk kebutuhan makanan dan minuman sebesar Rp2,19 juta, serta biaya kos/kontrakan sekitar Rp1,26 juta per bulan.

Dengan total populasi pekerja mencapai 86.804 orang (data Departemen HR PT IMIP, September 2025), estimasi perputaran uang di Bahodopi diperkirakan mencapai Rp499,1 miliar tiap bulan, atau setara Rp5,9 triliun per tahun.

Baca juga: 2 Perusahaan di Kawasan IMIP Morowali Terapkan Teknologi Efisiensi Produksi Rendah Emisi

Temuan itu mendeskripsikan jika aktivitas konsumsi karyawan menjadi stimulus utama pertumbuhan ekonomi lokal. 

Tren tersebut turut dipengaruhi perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang makin menjamur.

Pertumbuhan konsumsi dan perputaran uang warga di lingkar industri IMIP berdampak signifikan bagi perkembangan UMKM.

Dalam aktivitas belanja harian, masyarakat masih menunjukkan preferensi kuat terhadap warung dan kios lokal.

Sebanyak 57 persen responden memilih berbelanja di warung sekitar tempat tinggal, terutama karena faktor keterjangkauan lokasi (64 persen).

Di antara ragam UMKM, kios yang menyediakan Pertamini menjadi unit usaha berjumlah terbanyak (981 unit) dan mengalami peningkatan paling signifikan.

Disusul stan minuman dan makanan non-bangunan, masing-masing 735 dan 670 unit, kemudian kios (648) hingga warung makan (591).

Baca juga: Edukasi Media, JOB Tomori-SKK Migas Boyong 24 Wartawan ke Yogyakarta

Seiring pertambahan jumlah penduduk yang mayoritas adalah karyawan di kawasan IMIP, usaha mikro dengan modal relatif minim dapat cepat beradaptasi memenuhi kebutuhan logistik masyarakat.

Di samping itu, unit usaha jasa penatu atau cuci pakaian, transportasi dan ritel lainnya juga mengalami peningkatan permintaan harian dari pekerja industri tersebut.

“Bahodopi berkembang bukan hanya karena industri, tetapi juga konsumsi warga yang bergerak setiap hari. Pola pengeluaran pekerja ini membuat ekonomi lokal mengalir sejak pagi hingga malam,” kata Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengungkap temuan utama riset tersebut melalui rilisnya, Senin (1/12/2025).

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved