Senin, 27 April 2026

Morowali Hari Ini

Gubernur Anwar Hafid: Semua Perusahaan Harus Diperiksa Ulang, Pengawasan Lingkungan Tak Bisa Ditawar

Anwar Hafid menilai pengawasan lingkungan tidak boleh lagi bersifat parsial. 

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Ismet Togean 20
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Morowali harus kembali diperiksa secara menyeluruh terkait kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan.  

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Morowali harus kembali diperiksa secara menyeluruh terkait kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan. 

Hal tersebut ia sampaikan saat diwawancarai Tribunpalu.com, usai memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Morowali

Anwar Hafid menilai pengawasan lingkungan tidak boleh lagi bersifat parsial. 

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Satgas Konflik Agraria Sulteng Dimaksimalkan hingga 2026

Menurutnya, kondisi sejumlah kawasan industri menunjukkan perlunya evaluasi total, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Bukan lagi teridentifikasi. Hampir semua saya lihat perlu diperiksa. Ini bukan lagi cuma satu dua, harus diperiksa kembali semua,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan ulang ini bertujuan memastikan seluruh perusahaan benar-benar siap dalam mengantisipasi risiko lingkungan, termasuk memastikan kondisi dan pembuatan sedimen poin memenuhi standar.

Baca juga: Bupati Morowali Siap Tindak Tegas Perusahaan yang Abai, Pastikan Evaluasi Dilakukan Menyeluruh

“Kita harus memastikan semua perusahaan itu mengantisipasi, terutama pada pembuatan sedimen poin yang mungkin sudah ada yang lama. Itu harus diantisipasi lagi, diperbaiki lagi,” ujarnya.

Menurut Anwar Hafid, sedimen poin yang tidak terawat atau tidak memenuhi kapasitas dapat menyebabkan penumpukan air yang berujung pada banjir.

“Ketika hujannya semakin besar dan daya tampungnya tidak kuat, bisa terjadi jebol, dan itu menimbulkan banjir-banjir,” jelasnya.

Baca juga: Daftar Harga Enam Bahan Pokok di Banggai Jelang Natal 2025

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan menurunkan tim khusus untuk mendampingi pemerintah kabupaten dalam melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Komitmen ini, kata Anwar Hafid, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menegakkan aturan pengelolaan lingkungan, terutama di Morowali yang menjadi pusat aktivitas industri di Sulawesi Tengah. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved