Rabu, 13 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan, Wabup Tekankan Pentingnya Kurikulum Kebencanaan

Ia mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Sigi untuk belajar dari Jepang.

Tayang:
Tribunnews.com/Andika Satria Bharata
Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar seminar pemulihan sektor pendidikan dan penguatan keamanan sekolah di Aula Kantor Bupati Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (11/12/2025). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar seminar pemulihan sektor pendidikan dan penguatan keamanan sekolah.

Kegiatan ini di Aula Kantor Bupati Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Kamis (11/12/2025). 

Kegiatan ini menghadirkan dialog multipihak yang berfokus pada pembelajaran kebencanaan bekerja sama dengan Kobe University, Jepang.

Seminar tersebut dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Prof. Aiko Sakurai dan Dr. Mizan dari Kobe University, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra kebencanaan.

Baca juga: 
Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan dan Keamanan Sekolah Bersama Kobe University Jepang

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sigi tampil mengenakan baju taktikal kemeja putih, pilihan busana yang melambangkan kesiapsiagaan, ketegasan, serta komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perlindungan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan yang berada di wilayah rawan bencana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sigi menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tim akademisi dari Jepang. 

“Pertama, saya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ibu Profesor Sakurai dan Bapak-Ibu dari Kobe University,” kata Samuel.

Baca juga: Bunuh Dua Orang, Pria di Lobu Banggai Diburu Polisi

Ia mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Sigi untuk belajar dari pengalaman Jepang dalam membangun sistem mitigasi bencana yang maju. 

“Kedatangan mereka sangat menarik dan akan membawa manfaat besar untuk Sigi. Kita akan belajar bagaimana tata kelola kebencanaan diterapkan di Jepang, dan hal-hal baik dari sana bisa kita adaptasi di daerah,” ujarnya.

Salah satu poin utama yang didorong adalah upaya memasukkan materi pengelolaan kebencanaan ke dalam muatan lokal di tingkat SMP. 

Menurut Samuel, pendidikan kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk membangun budaya sadar risiko.

Baca juga: Pemprov Sulteng Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar Pemerintah Dan Lembaga Adat

“Jika ini bisa diterapkan, maka pengenalan tentang bencana dapat diberikan sejak usia dini. Apalagi kita berada di wilayah rawan bencana, sehingga kurikulum kebencanaan ini memang wajib dan harus diterapkan,” tegasnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved