Sigi Hari Ini
Seminar Pemulihan Pendidikan di Sigi, Kobe University Soroti Penting Ingatan Kolektif Pasca Bencana
Kegiatan ini menjadi ruang dialog multipihak yang berfokus pada pembelajaran kebencanaan.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar seminar pemulihan sektor pendidikan dan penguatan keamanan sekolah.
Kegiatan ini di Aula Kantor Bupati Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Sigi, Sulawesi Tengah Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog multipihak yang berfokus pada pembelajaran kebencanaan, bekerja sama dengan Kobe University, Jepang.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Prof. Aiko Sakurai dan Dr. Mizan dari Kobe University, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra kebencanaan.
Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan, Wabup Tekankan Pentingnya Kurikulum Kebencanaan
Dalam sesi pemaparan, Dr. Mizan dari Kobe University menekankan pentingnya pemulihan pendidikan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan keberlanjutan pembelajaran.
Menurutnya, mental healing memang menjadi salah satu bagian penting, namun studi yang dilakukan pihaknya lebih menitikberatkan pada pemulihan pendidikan secara menyeluruh melalui penerapan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
“Tentu dalam hal ini kami melakukan penelitian yang tidak hanya soal kesehatan mental, tapi lebih kepada pemulihan sektor pendidikan secara umum dan penguatan sistem sekolah aman bencana,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan dan Keamanan Sekolah Bersama Kobe University Jepang
Ia juga menyoroti momentum tujuh tahun pascabencana Sigi yang menurutnya sangat krusial untuk memastikan ingatan kolektif masyarakat tidak hilang.
Hal ini, kata dia, penting agar para pemangku kebijakan dapat membuat langkah-langkah strategis yang memperkuat ketahanan daerah dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
“Momentum tujuh tahun ini sangat penting untuk memastikan tidak ada ingatan kolektif yang hilang mengenai kejadian bencana. Dengan ingatan itu, kebijakan yang dibuat bisa lebih menunjang pengurangan risiko, meningkatkan ketahanan, dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi terbaik,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait penerapan kurikulum kebencanaan di daerah, termasuk bagaimana model penerapan seperti di Aceh dapat diadaptasi di Sigi, Dr. Mizan menilai peluangnya sangat terbuka.
Baca juga: BPJS Kesehatan Bangun Ekosistem Anti Fraud Berkelanjutan Libatkan 6 Negara
| Wakil Bupati Sigi Ungkap Perkembangan Koperasi Merah Putih di 176 Desa |
|
|---|
| Wabup Sigi Apresiasi Kinerja DPRD, Tekankan Penguatan Sinergi Eksekutif dan Legislatif |
|
|---|
| DPRD Sigi Tutup Masa Sidang II, Fokus Kesehatan Reproduksi dan Pembentukan Kecamatan Sigi Kota |
|
|---|
| DPRD Sigi Tutup Masa Persidangan II 2025–2026, Tetapkan 4 Perda dan Evaluasi Kinerja |
|
|---|
| Nekat Gowes dari Sigi ke Luwuk, Pemuda Pewunu Tempuh Perjalanan Jauh Demi Paisupok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG_0977jpeg.jpg)