Jumat, 1 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Seminar Pemulihan Pendidikan di Sigi, Kobe University Soroti Penting Ingatan Kolektif Pasca Bencana

Kegiatan ini menjadi ruang dialog multipihak yang berfokus pada pembelajaran kebencanaan.

Tayang:
Tribunnews.com/Andika Satria Bharata
Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar seminar pemulihan sektor pendidikan dan penguatan keamanan sekolah di Aula Kantor Bupati Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Kamis (11/12/2025). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar seminar pemulihan sektor pendidikan dan penguatan keamanan sekolah.

Kegiatan ini di Aula Kantor Bupati Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Sigi, Sulawesi Tengah Kamis (11/12/2025). 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog multipihak yang berfokus pada pembelajaran kebencanaan, bekerja sama dengan Kobe University, Jepang.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Prof. Aiko Sakurai dan Dr. Mizan dari Kobe University, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra kebencanaan. 

Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan, Wabup Tekankan Pentingnya Kurikulum Kebencanaan

Dalam sesi pemaparan, Dr. Mizan dari Kobe University menekankan pentingnya pemulihan pendidikan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan keberlanjutan pembelajaran. 

Menurutnya, mental healing memang menjadi salah satu bagian penting, namun studi yang dilakukan pihaknya lebih menitikberatkan pada pemulihan pendidikan secara menyeluruh melalui penerapan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Tentu dalam hal ini kami melakukan penelitian yang tidak hanya soal kesehatan mental, tapi lebih kepada pemulihan sektor pendidikan secara umum dan penguatan sistem sekolah aman bencana,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Sigi Gelar Seminar Pemulihan Pendidikan dan Keamanan Sekolah Bersama Kobe University Jepang

Ia juga menyoroti momentum tujuh tahun pascabencana Sigi yang menurutnya sangat krusial untuk memastikan ingatan kolektif masyarakat tidak hilang. 

Hal ini, kata dia, penting agar para pemangku kebijakan dapat membuat langkah-langkah strategis yang memperkuat ketahanan daerah dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

“Momentum tujuh tahun ini sangat penting untuk memastikan tidak ada ingatan kolektif yang hilang mengenai kejadian bencana. Dengan ingatan itu, kebijakan yang dibuat bisa lebih menunjang pengurangan risiko, meningkatkan ketahanan, dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi terbaik,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan terkait penerapan kurikulum kebencanaan di daerah, termasuk bagaimana model penerapan seperti di Aceh dapat diadaptasi di Sigi, Dr. Mizan menilai peluangnya sangat terbuka. 

Baca juga: BPJS Kesehatan Bangun Ekosistem Anti Fraud Berkelanjutan Libatkan 6 Negara

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved