Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

Fildzah M Djafar Nahkodai DPD ASKI Sulteng, Siap Angkat Kualitas Kopi Daerah

Diketahui, Sulawesi Tengah menjadi provinsi ke-12 yang telah membentuk kepengurusan DPD ASKI.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Zulfadli
Fildzah M Djafar resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Fildzah M Djafar resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030.

Ia dilantik bersama jajaran pengurus lainnya di Hotel Best Western Coco, Jl Basuki Rahmat, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah Jumat (12/12/2025). 

Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua DPP ASKI, Irsan Yumeno, berdasarkan Lampiran Surat Keputusan Perkumpulan Petani dan Penggiat Kopi Indonesia nomor 012/SK/PENG.DPD-SULTENG/XII/2025. 

Diketahui, Sulawesi Tengah menjadi provinsi ke-12 yang telah membentuk kepengurusan DPD ASKI.

Baca juga: DPD ASKI Sulteng 2025-2030 dilantik, Komitmen Majukan Kopi Sulawesi Tengah

Usai dilantik, Fildzah menyampaikan komitmennya memimpin organisasi selama lima tahun ke depan. 

Ia mengatakan jabatan tersebut bukan hanya amanah formal, tetapi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia kopi yang dimulai dari kebun di Napu, Kabupaten Poso, serta kedekatannya dengan para petani.

Ia juga menyinggung pengalamannya mengikuti dua kompetisi pada 2023, satu tingkat nasional berbasis espresso dan satu internasional berbasis manual brew, yang keduanya ia menangkan menggunakan biji fine robusta Sulawesi Tengah

Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa kopi dari wilayah tersebut memiliki kualitas yang dapat bersaing.

Baca juga: Komitmen Terhadap Pendidikan, CPM Goes To School Bakal Dilaksanakan di Tiap Sekolah

“Sulawesi Tengah membentuk cara saya melihat kopi, bekerja dengan kopi, dan memperjuangkan kopi,” ujarnya.

Fildzah mengatakan ASKI Sulteng akan difokuskan sebagai jembatan antara hulu dan hilir industri kopi. 

Ia menegaskan bahwa pengurus akan bergerak dalam tiga fokus, yaitu peningkatan kapasitas kualitas dari kebun hingga cangkir, integrasi komunitas agar seluruh pelaku bergerak searah, serta penguatan visibilitas pasar untuk memperkenalkan kopi Sulteng secara lebih luas.

“Kunci kemajuan industri kopi bukan hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada kualitas kolaborasi,” katanya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved