Pertamina Kuasai Aset Migas di Venezuela, Apakah Keamanan Migas Indonesia Terancam Usai Serangan AS?
Dhaneswari Retnowardhani, Manajer Relasi PIEP, menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada dampak signifikan terhadap aset.
TRIBUNPALUI.COM - Pertamina, lewat anak usahanya PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), memiliki sejumlah aset di sektor minyak dan gas (migas) yang berada di Venezuela.
Dengan kepemilikan 71,09 persen saham di Maurel & Prom (M&P), Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas. Melalui M&P, Pertamina juga memiliki hak partisipasi 40 persen dalam proyek lapangan Urdaneta Oeste yang terletak di Danau Maracaibo, Venezuela.
Namun, ketegangan politik yang meningkat setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Nicolas Maduro dan ketika Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengontrol sektor minyak Venezuela, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana nasib perusahaan yang beroperasi di negara tersebut, termasuk M&P.
Dhaneswari Retnowardhani, Manajer Relasi PIEP, menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada dampak signifikan terhadap aset maupun karyawan M&P di Venezuela.
Baca juga: Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama hingga 3 Kapolres, Ini Daftarnya
"Kami terus memantau perkembangan situasi, dan sejauh ini, tidak ada pengaruh terhadap operasional kami di sana," ujarnya dalam pernyataan resmi pada Senin (5/1/2026).
PIEP juga terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional perusahaan.
Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yang diperkirakan mencakup sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global. Negara ini juga menyimpan cadangan gas alam terbesar keenam di dunia.
Terkait hal ini, Trump mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan diperbantukan untuk memperbaiki infrastruktur energi Venezuela, yang menurutnya sudah sangat rusak. "Infrastruktur energi negara ini sangat hancur, dan minyak yang ada tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal," kata Trump dalam sebuah konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida. Trump menegaskan akan menginvestasikan miliaran dolar untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela.
Baca juga: RSUD Anutapura Palu Layani Operasi Katarak dan Penanganan Tumor Mata
Trump juga menuding bahwa rezim Maduro telah mencuri industri minyak yang semula dibangun dengan keahlian dan teknologi dari AS, dan menyebutnya sebagai salah satu pencurian properti terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Namun, meskipun ada niatan tersebut, embargo terhadap minyak Venezuela yang dijatuhkan oleh AS tetap berlaku. Trump juga menyatakan bahwa memulihkan infrastruktur energi di Venezuela akan memerlukan waktu yang lama, serta menekankan pentingnya peran militer AS dalam menjaga stabilitas kawasan.
Hubungan AS dan Venezuela
Hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela selama beberapa dekade terakhir tidak ditandai dengan invasi militer terbuka seperti yang terjadi di Irak atau Afganistan,
melainkan oleh rangkaian tekanan yang sering disebut sebagai perang asimetris atau hibrida. Alih-alih mengirim pasukan dalam skala besar, pemerintah Amerika Serikat lebih banyak menggunakan instrumen ekonomi, hukum, dan diplomatik untuk menekan pemerintahan Nicolás Maduro yang mereka anggap tidak sah.
| Serangan Militer AS ke Venezuela Tewaskan 40 Orang, Presiden Venezuela dan Istri Tertangkap |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Terbaru per 1 Januari 2026, Pertamax Turun Harga, Jadi Berapa? |
|
|---|
| SKK Migas-JOB Tomori Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara |
|
|---|
| Kapolres Tojo Unauna Janji Tidak Ada Keputusan Sepihak Terkait Isu Migas |
|
|---|
| BPH Migas Tinjau SPBU Nelayan di Donggala, Akses BBM Kini Lebih Dekat dan Terjangkau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pertamina-pertashop-pertama-di-palu-1.jpg)