Sulteng Hari Ini
Dinkes Sulteng Ingatkan PHBS dan Vaksin Influenza untuk Cegah Superflu
Istilah super flu muncul seiring adanya peningkatan kasus influenza A(H3N2) subclade K di beberapa negara yang terjadi secara bersamaan.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan vaksinasi influenza sebagai langkah pencegahan di tengah isu superflu yang ramai diperbincangkan secara nasional.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu hingga akhir Desember 2025 di sejumlah provinsi di Indonesia.
Baca juga: IHSG Tembus Rekor Tertinggi di 8.944, Terus Menguat pada 8 Januari 2026
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Jumriani, menegaskan bahwa istilah superflu sejatinya hanya istilah yang berkembang di masyarakat awam.
“Super flu itu sebenarnya hanya istilah dari masyarakat awam karena penularannya agak lebih cepat. Padahal, sebenarnya sama dengan flu biasa, dengan strain H3N2,” kata Jumriani saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, istilah super flu muncul seiring adanya peningkatan kasus influenza A(H3N2) subclade K di beberapa negara yang terjadi secara bersamaan.
“Kami juga menerima surat dari Kementerian Kesehatan yang menyebutkan ada 11 provinsi yang sudah terdiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan. Kasus tertinggi ada di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat,” ujarnya.
Baca juga: Dinkes Sulteng: Belum Ada Kasus Terkonfirmasi Super Flu di Sulawesi Tengah
Meski demikian, dr. Jumriani memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di Sulawesi Tengah dan kondisi masih terkendali.
“Untuk Sulawesi Tengah sendiri, tidak ada peningkatan kasus. Ini masih termasuk peningkatan musiman karena saat ini musim hujan, dan tidak mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, gejala yang ditimbulkan virus tersebut sama seperti flu musiman pada umumnya dan tidak memerlukan penanganan khusus.
“Penanganannya juga sama seperti flu biasa. Tidak ada penanganan khusus atau spesifik untuk kasus ini,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah juga menepis informasi yang beredar di media sosial yang menyebut superflu lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
“Itu tidak benar. Secara ilmiah tidak bisa dijelaskan bahwa flu ini lebih parah dari Covid-19. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim tersebut,” kata Jumriani.
Baca juga: Tahun 2026, Disperindag Sigi Fokus Kembangkan Produk Unggulan: Kopi, Tenun dan Bawang Garing
Menurutnya, hingga saat ini Kementerian Kesehatan RI belum mengeluarkan surat edaran khusus terkait kewaspadaan influenza A(H3N2) subclade K, mengingat virus tersebut sudah lama ada dan pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025.
Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Sulawesi Tengah
Dinas Kesehatan Sulteng
Jumriani
Kelurahan Lolu Selatan
Kecamatan Palu Selatan
Kota Palu
| Dinkes Sulteng: Belum Ada Kasus Terkonfirmasi Super Flu di Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Dinkes Sulteng Pastikan Wabah Super Flu Tidak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan |
|
|---|
| Marak Isu Soal Wabah Super Flu Merebak Nasional, Dinkes Sulteng: Seperti Flu Biasa |
|
|---|
| Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu Nasional, Dinkes Sulteng: Belum Ada Temuan, Kondisi Terkendali |
|
|---|
| Morowali Utara Gagal Capai Target PAD 2025, Capaian Hanya 52 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Dinkes-Sulteng-Ingatkan-PHBS-dan-Vaksin-Influenza-untuk-Cegah-Superflu.jpg)