Parigi Moutong Hari Ini

Parigi Moutong Kekurangan 88 Ton Jagung Pakan per Hari, Dinas TPHP Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

Menurut Sunarti, pemerintah daerah siap memfasilitasi benih jagung bagi kelompok yang ingin mengelola lahan tidur.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: mahyuddin
TribunPalu/Faaiz/Abdul Humul Faaiz
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong Sunarti 

Ringkasan Berita:
  • Kebutuhan Jagung untuk Pakan Ternak di Kabupaten Parigi Moutong sekitar 200 ton per hari.
  • Produksi saat ini mencapai 112 ton per hari
  • Parigi Moutong defisit 88 ton sehari
  • Luas lahan produksi jagung 7 ribu hektare
  • Total lahan dibutuhkan 10 ribu hektare

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kekurangan pasokan Jagung Pakan Ternak hingga 88 ton per hari.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong Sunarti mengatakan, kebutuhan Jagung di daerahnya itu mencapai sekitar 200 ton per hari.

Sementara produksi Jagung daerah saat ini di kisaran 112 ton per hari.

"Artinya, setiap hari kita masih kekurangan sekitar 88 ton jagung pakan ternak," kata Sunarti kepada TribunPalu.com saat menghadiri panen raya di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kamis (8/1/2025).

Baca juga: Polres Parigi Moutong Targetkan 500 Hektare Lahan Jagung, Satu Desa 2 Hektare

Sepanjang tahun 2025, produksi Jagung Kabuapten Parigi Moutong mencapai 40.337,95 ton.

Sedangkan kebutuhan tahunan mencapai sekitar 60 ribu ton.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya defisit produksi jagung yang cukup signifikan.

Sunarti menyebutkan, luas lahan produksi jagung yang tersedia saat ini baru sekitar 7 ribu hektare.

Untuk menutupi kebutuhan Jagung daerah, dibutuhkan tambahan sekitar 10 ribu hektare lahan produksi.

“Kalau ingin surplus tentu lebih baik lagi, artinya lahan yang dibutuhkan bisa lebih dari itu,” tutur Sunarti 

Ia menilai, Parigi Moutong sebenarnya memiliki potensi besar untuk pengembangan Jagung, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Kendala utama yakni masih banyaknya lahan tidur yang belum dikelola, serta keterbatasan akses bagi pekebun.

Selain itu, pemanfaatan lahan tidur dinilai belum maksimal karena minimnya kelompok tani aktif.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas TPHP Parigi Moutong mendorong kelompok tani, pemuda tani, hingga komunitas pemuda yang memiliki lahan tidur agar memanfaatkannya untuk menanam jagung.

Baca juga: Tak Terkait Profesi, Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Tangani Kasus Morowali Secara Profesional

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved