Rabu, 10 Juni 2026

Cuaca Ekstrem Sulteng

Enam Desa di Kecamatan Sindue Donggala Diterjang Banjir, Akses Jalan dan Jembatan Putus

Selain itu, di Desa Enu, jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun II ke Dusun IV tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. 

Tayang:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Handover
Dampak banjir melanda enam desa di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras, Minggu (11/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Banjir melanda enam desa di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/1/2026).

Bencana banjir terjadi pagi hari setelah intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman serta infrastruktur warga.

Enam desa terdampak banjir yakni Desa Amal Dusun Maliko, Desa Toaya, Desa Kumbasa, Desa Enu, Desa Lero, dan Desa Sumari.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto mengatakan banjir menyebabkan sejumlah akses jalan dan jembatan terputus di beberapa desa.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Mayat Anak Laki-laki di Pelabuhan Luwuk Banggai

“Di Desa Amal Dusun Maliko, akses jalan penghubung Desa Amal ke Desa Saloya terputus akibat duiker rusak dan longsor. Sementara di Desa Kumbasa, jembatan gantung penghubung Desa Sumari terputus,” ujar Asbudianto dalam laporan resminya.

Selain itu, di Desa Enu, jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun II ke Dusun IV tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. 

1001068979.jpg
Dampak banjir melanda enam desa di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras, Minggu (11/1/2026). (Handover)

Sedangkan di Desa Lero, satu unit jembatan mengalami gerusan di bagian landasan, namun masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

Sementara dampak banjir di Desa Toaya dan Desa Sumari masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut.

“TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Donggala telah melakukan kaji cepat dan asesmen di lokasi kejadian serta terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan,” jelas Asbudianto.

Baca juga: 30 KK Terdampak Banjir di Pantoloan Kota Palu, Terparah Sejak 2 Dekade

Adapun kebutuhan mendesak saat ini yakni pembangunan jembatan darurat dan pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.

Hingga Minggu malam, akses alternatif bagi warga Desa Amal menuju Desa Saloya sementara dialihkan melalui Desa Tibo. 

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak banjir. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved