Cuaca Ekstrem Sulteng
Jembatan Penyeberangan Rusak di Donggala, DPRD Minta Penanganan Darurat
Struktur yang licin dan tidak stabil, ditambah derasnya arus banjir, membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas.
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Warga di wilayah terdampak banjir Kabupaten Donggala terpaksa menghadapi risiko tinggi akibat rusaknya jembatan penyeberangan yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini paling dirasakan oleh anak-anak sekolah yang harus tetap melintasi jalur berbahaya demi menuntut ilmu.
Pantauan di sejumlah lokasi menunjukkan jembatan penyeberangan mengalami kerusakan cukup parah.
Struktur yang licin dan tidak stabil, ditambah derasnya arus banjir, membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas.
Baca juga: Jokowi Buka Peluang Damai, Sebut Penghentian Perkara Eggi Ada di Penyidik
Tak sedikit orang tua mengaku khawatir melepas anaknya berangkat sekolah karena ancaman terseret arus air.
Situasi tersebut memantik perhatian Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Donggala, Jinurain Lamakatutu, turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Labuan dan Kecamatan Tanantovea, Rabu (14/1/2026).
Jinurain menilai kerusakan jembatan penyeberangan harus menjadi prioritas utama penanganan pascabencana, karena menyangkut keselamatan warga, khususnya anak-anak.
“Jembatan ini akses vital. Kalau dibiarkan, risikonya sangat besar. Pemerintah harus segera menyiapkan solusi darurat agar warga bisa menyeberang dengan aman,” kata Jinurain.
Ia mendorong pemerintah daerah dan instansi teknis untuk segera memasang jembatan darurat atau pengaman sementara sambil menunggu perbaikan permanen.
Menurutnya, kecepatan respons sangat menentukan keselamatan masyarakat di lapangan.
Baca juga: Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru Kamis 15 Januari 2026, Klaim Semua Item Gratis
Selain meninjau kondisi infrastruktur, Jinurain juga menyalurkan bantuan makanan dan sembako kepada warga terdampak banjir.
Ia berharap penanganan bencana tidak hanya berhenti pada bantuan logistik, tetapi juga diikuti dengan percepatan perbaikan fasilitas umum yang rusak.
Warga setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Selama ini, jembatan penyeberangan tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas setiap hari.
Masyarakat menilai keberadaan jembatan yang aman bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan jiwa, terutama di tengah ancaman banjir yang masih berpotensi terjadi. (*)
| TNI-Polri Gotong Royong Pulihkan Lingkungan Desa Wani Dua Donggala Pascabanjir |
|
|---|
| BPBD Donggala Prioritaskan Evakuasi dan Bantuan Logistik Warga Terisolir Akibat Longsor |
|
|---|
| 400 Warga Donggala Terisolir Akibat Putusnya Jembatan dan Jalan Akibat Banjir-Longsor |
|
|---|
| Banjir Disertai Gelondongan Kayu Terjang Wilayah Donggala, Warga Soroti Illegal Logging di Hulu |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Instruksikan Penanganan Darurat Banjir di Tanantovea dan Labuan Donggala |
|
|---|