Morowali Hari Ini
BKPPD Morowali Sebut Honorer Tak Dirumahkan: Peralihan ke Outsourcing
Saat ini tenaga honorer masih tetap bekerja sambil menunggu proses alih daya berjalan.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Morowali, Asep Haerudin, menegaskan bahwa tenaga honorer tidak dirumahkan dan tidak mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses peralihan ke skema alih daya atau outsourcing.
Asep menegaskan, istilah dirumahkan kerap disalahartikan sebagai kebijakan penghentian kerja, padahal hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Morowali.
“Tidak ada dirumahkan, karena kalau dirumahkan itu artinya di-PHK atau diputus hubungan kerjanya,” ujar Asep Haerudin saat diwawancarai Tribunpalu.com, pada Senin, (19/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini tenaga honorer masih tetap bekerja sambil menunggu proses alih daya berjalan.
Baca juga: Palu, Morowali, Tolitoli dan Luwuk Jadi Fokus Pengendalian Inflasi di Sulteng
Pola kerja pun bersifat fleksibel, baik bekerja dari rumah maupun bekerja di kantor sesuai kebutuhan instansi.
“Ini tidak dirumahkan. Mereka tetap bekerja, tetapi sambil menunggu proses alih daya atau outsourcing. Mereka boleh bekerja di rumah atau boleh bekerja di kantor,” jelasnya.
Asep kembali menekankan bahwa tidak ada kebijakan pemutusan hubungan kerja dalam proses tersebut.
Pemerintah daerah hanya melakukan perubahan skema, dari sistem honorer menjadi sistem outsourcing.
“Kalau dirumahkan itu konotasinya sama dengan pemutusan hubungan kerja. Tapi ini tidak ada pemutusan hubungan kerja, kita hanya melakukan alih daya,” ucap Asep.
Menurut Asep, proses peralihan dari sistem honorer ke Outsourcing membutuhkan waktu.
Baca juga: Kepala Bea Cukai Morowali: Semoga TribunPalu.com Semakin Maju dan Menginspirasi Masyarakat
Karena pemerintah daerah harus mempersiapkan berbagai tahapan administrasi dan teknis, termasuk mekanisme pengadaan vendor.
“Dari sistem honorer ke sistem outsourcing tentunya membutuhkan waktu. Ada beberapa waktu yang kita perlukan untuk mempersiapkan alih daya tersebut,” tutur Asep.
Asep memastikan, selama masa transisi berlangsung, pelayanan publik di Kabupaten Morowali tetap berjalan dan hak-hak tenaga honorer tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.(*)
| Aksi Warga Puungkoilu di Morowali Diwarnai Spanduk Tuntutan, Minta Kades Lama Kembali dan Tolak Plt |
|
|---|
| Irwasda Polda Sulteng Pimpin Audit Kinerja di Polres Morut: Pastikan Operasional Sesuai Aturan |
|
|---|
| Ratusan Warga Desa Puungkoilu Geruduk Kantor Bupati Morowali, Desak Kades Lama Dikembalikan |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Morowali Sosialisasikan Sistem Pemasaran Produk Pertanian dan UMKM |
|
|---|
| DPRD Morowali Dorong Hilirisasi Produk Perikanan dan Akses Permodalan Nelayan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Asep-Haerudin-BPPKD-Morowali.jpg)