Kamis, 4 Juni 2026

JOB Tomori

Strategi Keberlanjutan, JOB Tomori Dorong Edukasi Lingkungan

JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi menempatkan edukasi lingkungan bagian dari strategi sosial perusahaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
Handover
Anak-anak saat mengikuti edukasi ekologi pertanian Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Penerapan Prinsip ESG: JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung keberlanjutan wilayah operasional.
  • Fokus Edukasi Pertanian: Melalui program TJSL, perusahaan mengadakan edukasi ekologi pertanian bagi 32 anak di Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, pada Sabtu (17/1/2026).

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi perhatian dalam industri energi. 

JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi menempatkan edukasi lingkungan bagian dari strategi sosial perusahaan dalam mendorong keberlanjutan jangka panjang di wilayah operasionalnya.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), JOB Tomori menyelenggarakan edukasi ekologi pertanian bagi anak-anak di Kabupaten Banggai.

1000263708.jpg
Anak-anak saat mengikuti edukasi ekologi pertanian Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/1/2026). (Handover)

Perusahaan menggandeng Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) yang memiliki program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Kelompok Wisata Tyto Rosenbergi. 

Baca juga: Investasi Hilirisasi Sulawesi Tengah Capai Rp110 Triliun Tahun 2025, Posisi Pertama Nasional

Program ini berfokus pada pengenalan Tyto rosenbergi, spesies burung hantu endemik Sulawesi.

Lokasinya di Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/1/2026). 

Perannya sangat penting dalam pengendalian hama, keseimbangan ekosistem pertanian dan menjadi sahabat petani di wilayah Banggai.

Sebanyak 32 anak asuh TAMASYA-RPIA mengikuti program edukasi berbasis komunitas ini. 

Selain memperkenalkan keanekaragaman hayati, juga menanamkan pemahaman tentang hubungan antara ekosistem sehat, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Community Development Officer JOB Tomori, Atma Agus Hermawan, mengatakan investasi di bidang pendidikan lingkungan anak bagian dari pendekatan keberlanjutan perusahaan. 

“Keberlanjutan tak hanya diukur dari operasional hari ini, tetapi dari sejauh mana generasi masa depan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

• Jelang Ramadan, Disperindag Palu Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Masih Stabil


Program ini mendapat dukungan dari pemerintah desa dan Kelompok Sumber Tani Lestari selaku pemateri dan pengelola wisata setempat.

Kolaborasi mampu memperkuat peran komunitas lokal dalam agenda pelestarian lingkungan.

“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah Desa Sumberharjo dan pengelola wisata untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved