Sulteng Hari Ini
Menteri Transmigrasi RI Akan Tinjau Pengembangan Durian, Kakao, dan Kelapa di Sulteng
Pemprov Sulawesi Tengah menilai kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk mendorong dukungan.
Ringkasan Berita:
- Selain panen raya padi, Menteri Transmigrasi akan meninjau pengembangan komoditas perkebunan seperti durian, kakao, dan kelapa di kawasan transmigrasi.
- Durian masih dalam tahap awal berbuah, sehingga kegiatan di lokasi bersifat simbolis.
- Kunjungan juga mencakup kawasan transmigrasi nelayan di Desa Moyang, dengan luas sekitar 1.000 hektare, yang dihuni sekitar 75 kepala keluarga.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Selain Panen Raya padi, agenda kunjungan juga mencakup peninjauan pengembangan komoditas perkebunan seperti Durian, kakao, dan kelapa di kawasan transmigrasi.
Untuk komoditas Durian, kegiatan bersifat simbolis berupa petik buah dan peninjauan lokasi, mengingat tanaman Durian masih dalam tahap awal berbuah dan belum memasuki masa Panen Raya.
Rangkaian kunjungan juga direncanakan menyasar kawasan transmigrasi nelayan di Desa Moyang dengan luas sekitar 1.000 hektare yang saat ini dihuni sekitar 75 kepala keluarga.
Pemprov Sulawesi Tengah menilai kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk mendorong dukungan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan Panen Raya padi sawah seluas sekitar 300 hektare di Desa Kotanagaya, Kabupaten Parigi Moutong, menjelang kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Pastikan Kesiapan Infrastruktur untuk Kunjungan Menteri Transmigrasi
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, bersama Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (26/1/2026).
Panen Raya padi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Transmigrasi ke kawasan transmigrasi Parigi Moutong.
Dari total sekitar 700 hektare lahan sawah yang ada, sekitar 300 hektare dinyatakan siap panen dan telah diverifikasi melalui pengukuran serta dokumentasi terkini.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya kesiapan lokasi, data, serta substansi yang akan dipaparkan kepada Menteri Transmigrasi.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan OPD terkait menyiapkan paparan komprehensif terkait luas dan produktivitas sawah, kondisi pengairan, potensi perkebunan, kondisi sosial ekonomi masyarakat transmigrasi, hingga kondisi nelayan di wilayah yang akan dikunjungi.
“Yang paling penting kita siapkan lokasinya, tokoh masyarakatnya, dan data yang jelas. Menteri perlu melihat langsung potensi dan kebutuhan masyarakat transmigrasi, termasuk kondisi infrastruktur dan pengairan,” ujar Anwar Hafid.
Dalam rapat tersebut juga dibahas kesiapan helipad di Desa Tidungasi yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari lokasi Panen Raya serta kondisi jalan di kawasan transmigrasi yang masih membutuhkan perhatian serius. (*)
| Pemprov Sulteng Perkuat Kolaborasi dengan APINDO untuk Ekosistem Usaha Sehat |
|
|---|
| Anwar Hafid Jabat Ketua Umum MIPI, Safri: Ini Modal Besar bagi Kemajuan Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Sebut Kapasitas Kepemimpinan Diakui Nasional, Safri Puji Gubernur Sulteng Jadi Ketua Umum MIPI |
|
|---|
| Disnakertrans Sulteng Fasilitasi Lahan Transmigrasi di Banggai Kepulauan |
|
|---|
| IMIP Gelar Job Fair di Palu dan Morowali Akhir April 2026, Semua Jurusan Bisa Daftar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Gubernur-Anwar-Hafid-menekankan-pentingnya-kesiapan-lokasi.jpg)