Kebakarah Hutan dan Lahan
Api Terus Meluas, Karhutla Ancam Pemukiman Warga di Avolua Parigi Moutong
Kepulan asap putih keabu-abuan terlihat tebal menyelimuti lereng gunung dan turun.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan mulai mengancam pemukiman warga.
- Kebakaran masih meluas di beberapa titik di kawasan perbukitan dan pegunungan, dengan lahan yang terbakar berubah menjadi tanah hitam dan abu.
- Asap tebal menyelimuti lereng gunung dan mengganggu jarak pandang, menutupi sebagian jalan dan mengganggu aktivitas warga dan pengendara.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus meluas dan mulai mengancam pemukiman warga.
Pantauan di lokasi pada Senin (2/2/2026) malam, api masih menyala di sejumlah titik di kawasan perbukitan dan pegunungan.
Lahan yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi hamparan tanah hitam tertutup abu, dengan batang-batang pohon hangus yang masih mengeluarkan bara api.
Kepulan asap putih keabu-abuan terlihat tebal menyelimuti lereng gunung dan turun hingga ke kawasan bawah.
Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Donggala akan Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan 2026
Asap tersebut sempat menutup sebagian akses jalan, mengganggu jarak pandang pengendara motor dan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Kondisi ini memperlihatkan skala kebakaran yang masih aktif dan belum sepenuhnya terkendali.
Api terlihat merambat mengikuti kontur lereng, dipicu vegetasi kering dan hembusan angin yang cukup kuat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, banyak kebun milik warga ikut hangus terbakar akibat meluasnya karhutla.
Namun hingga saat ini, luasan pasti kebun terdampak serta jumlah warga yang mengalami kerugian masih dalam proses pendataan.
Baca juga: Paripurna Laporan Hasil Pemeriksaan Manajemen Aset, Pansus I Minta Perpanjangan Waktu
Meski demikian, dari informasi sementara, tercatat sekitar 200 pohon durian, 100 pohon alpukat, kakao, kelapa serta berbagai tanaman hortikultura dilaporkan ludes terbakar.
Kerugian tersebut diduga akan terus bertambah seiring api yang masih aktif di kawasan perbukitan.
Untuk menangani kebakaran, dua unit armada pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi.
Namun proses pemadaman mengalami kendala serius karena sebagian besar titik api berada di kawasan ketinggian dengan medan sangat terjal.
Armada pemadam hanya dapat menjangkau area bawah, sementara api di puncak gunung masih sulit ditangani.
Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, mengatakan petugas masih berada di lokasi untuk membantu penanganan.
Baca juga: Kekeringan Landa Desa Jono Kalora Parigi Moutong, Sungai Mengering
“Iya, kami sementara di lokasi juga masih membantu penanganan. Kami lagi jalan untuk memberitahu masyarakat di sekitar kaki gunung untuk sementara mengungsi, terutama kelompok rentan,” ujar Rivai kepada TribunPalu.com.
Ia menjelaskan, api masih menyala di beberapa titik di gunung dan bukit.
Untuk area bawah, pemadaman sementara dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran bersama aparat TNI, Polri, dan TRC BPBD.
“Masyarakat yang mendiami kaki gunung sudah kami minta untuk mengungsi, terutama kelompok rentan, karena api masih berpotensi menjalar kembali ke bawah,” jelasnya melalui sambungan telepon.
Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih 20 hektar.
BPBD Parigi Moutong juga mencatat tren peningkatan kejadian karhutla dalam dua bulan terakhir.
Sepanjang Januari 2026, tercatat 15 kejadian karhutla di wilayah Parigi Moutong.
Baca juga: Asap Karhutla Selimuti Jalan Trans di Avulua Parigi Moutong Jarak Pandang Pengendara Menurun
Sementara pada Februari 2026, sejak awal bulan hingga Senin, telah terjadi tujuh kejadian karhutla.
Untuk penanganan lanjutan, BPBD meminta dukungan lintas instansi, termasuk Dinas Kehutanan Provinsi, BPBD Provinsi, Balai Cipta Karya, dan Cikasda.
Dukungan yang dibutuhkan meliputi mobil tangki air, tandon, serta instalasi pengolahan air bersih.
Selain untuk kebutuhan warga terdampak, suplai air juga diperlukan guna mendukung operasional pemadaman kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, api masih terpantau aktif dan petugas terus bersiaga untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan pemukiman warga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000352504jpg.jpg)