Selasa, 19 Mei 2026

Kebakaran Hutan dan Lahan Parimo

Kekeringan Landa Desa Jono Kalora Parigi Moutong, Sungai Mengering

Kemarau yang berlangsung sejak awal Januari menyebabkan curah hujan sangat minim di wilayah tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Handover
Kekeringan melanda Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Kekeringan melanda Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, sejak awal Januari 2026 akibat kemarau berkepanjangan.
  • Sumber air seperti Sungai Jono Kalora menyusut drastis, bahkan mengering di beberapa titik, menyebabkan kelangkaan air bersih di Dusun II (140 KK) dan Dusun III (130 KK).
  • BPBD memastikan tidak ada korban jiwa atau pengungsi akibat kekeringan, meskipun dampaknya cukup luas.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Kekeringan melanda Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bencana ini, mulai dirasakan warga sejak awal Januari 2026 akibat kemarau yang berkepanjangan.

Kemarau yang berlangsung sejak awal Januari menyebabkan curah hujan sangat minim di wilayah tersebut.

Akibatnya, sumber-sumber air masyarakat mengalami penyusutan debit secara signifikan.

Baca juga: Akhirnya Denada Muncul Buat Pengakuan, Bongkar Alasan Tak Rawat Ressa Sejak Kecil

Sungai Jono Kalora yang selama ini menjadi andalan warga untuk kebutuhan air bersih dilaporkan menyusut drastis bahkan di beberapa titik mengering.

Akibat kondisi itu, kelangkaan air bersih terjadi di Dusun II dan Dusun III Desa Jono Kalora, yang berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Di Dusun II, sebanyak 140 kepala keluarga terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.

1000351737.jpg
Kekeringan melanda Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. (Handover)

Sementara di Dusun III, tercatat 130 kepala keluarga berada dalam kondisi serupa akibat terbatasnya pasokan air.

Meski berdampak luas, BPBD memastikan tidak terdapat pengungsian maupun korban jiwa dalam kejadian kekeringan tersebut.

Baca juga: Kebakaran Akibat Kelalaian, Kapolsek Parigi Sebut Pemilik Rumah Rugi Rp150 Juta

“Kekeringan masih berlangsung hingga saat ini, dengan kondisi sumber air belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan,” ujar Plt Kalaksa BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, Senin (2/2/2026).

Sebagai respons awal, tim terkait telah melakukan assessment lapangan untuk memetakan tingkat dampak dan kebutuhan warga terdampak.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong guna penanganan lanjutan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved