Sulteng Hari Ini
Gagas Inovasi Satu Data SMK, Disdik Sulteng Dorong Kebijakan Vokasi Berbasis Data
Inovasi tersebut digadang-gadang menjadi fondasi utama kebijakan pendidikan vokasi berbasis data di Sulawesi Tengah.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan sistem terintegrasi untuk seluruh SMK di wilayah tersebut, bertujuan menjadi fondasi kebijakan pendidikan vokasi berbasis data.
- Sistem ini memuat data sarana-prasarana, guru produktif, dan siswa, sehingga perencanaan, evaluasi, dan penyaluran bantuan pendidikan bisa lebih akurat, tepat sasaran.
- Inovasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulteng untuk mempercepat digitalisasi layanan publik, memungkinkan pemantauan real-time.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Edy Akas, menggagas terobosan baru dalam pengelolaan sekolah kejuruan melalui inovasi “Satu Data SMK”.
Inovasi tersebut digadang-gadang menjadi fondasi utama kebijakan pendidikan vokasi berbasis data di Sulawesi Tengah.
“Inovasi Satu Data SMK ini akan menjadi fondasi kebijakan pendidikan vokasi berbasis data,” ujar Edy Akas saat ditemui, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Skuat AHRT Siap Hadapi Musim Balap 2026, AHM Kirim Pebalap Muda ke Level Dunia
Menurut Edy Akas, gagasan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Tengah yang mendorong percepatan transformasi digital di seluruh lini pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan.
Ia menegaskan, pengembangan SMK ke depan tidak bisa lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus ditopang oleh manajemen data yang modern dan terintegrasi.
“Kita harus berubah. Tidak mungkin hanya fisik saja, data juga harus berkembang. Dengan Satu Data SMK, kita punya kunci untuk menentukan arah pengembangan SMK di Sulawesi Tengah ke depan,” ucapnya.
Mantan Kepala SMKN 1 Biau, Kabupaten Buol itu menjelaskan, tujuan utama inovasi Satu Data SMK adalah mewujudkan satu sumber data SMK yang terintegrasi, valid, dan mudah diakses.
Baca juga: Operasi Keselamatan Tinombala 2026, Polres Morut Periksa Kendaraan Umum di Jl Trans Sulawesi
Data tersebut nantinya menjadi dasar perencanaan, pengawasan, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Jadi inovasi ini bertujuan mengintegrasikan seluruh informasi krusial SMK di Sulawesi Tengah ke dalam satu sistem digital, agar kebijakan yang diambil lebih akurat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Selama ini, kata Edy, data kebutuhan sekolah masih tersebar di berbagai sistem dan belum terintegrasi dengan baik.
Akibatnya, perencanaan program sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Melalui Satu Data SMK, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan sekolah secara real-time, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, ketersediaan guru produktif, hingga data siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kita akan buat sistem yang lengkap, sehingga penentuan kebijakan benar-benar berbasis data, by name, by address, by data,” tegas Edy.
Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Parigi Mouting Sulteng Diperkirakan Capai 90 Hektare
Dalam pengembangannya, sistem ini akan memuat sejumlah variabel penting terkait pengembangan SMK.
Sulawesi Tengah
Disdik sulteng
Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah
Edy Akas
SMK
Gubernur Sulawesi Tengah
| Retret Kepsek, Gubernur Anwar Hafid Tekankan Pendidikan Berbasis Masjid dan Akhlak |
|
|---|
| Purna Tugas 28 Tahun, Awaluddin Kembalikan Mobil Dinas sebagai Bentuk Integritas |
|
|---|
| Mobilitas Tinggi dan Cakupan Imunisasi Belum Merata Picu Lonjakan Campak di Sulteng |
|
|---|
| Lonjakan Campak di Sulteng, Dinkes Imbau Imunisasi untuk Anak |
|
|---|
| Kasus Campak Meningkat di Sulteng, Dinkes Catat Kota Palu Tertinggi dengan 428 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Disdik-Sulteng-Temukan-SMK-Belum-Bersertifikat-Tanah-Bantuan-Fisik-Terhambat.jpg)